Usut Dugaan Korupsi DAK Dikbud NTB Rp 42 Miliar, Kejati Periksa Maraton Sejumlah Kepala SMK

Thursday, 5 February 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

312 kali dibaca

⚠️ PERINGATAN ⚠️
Berita ini disajikan untuk tujuan informasi. Pembaca diharapkan membaca dan menyikapi isi berita secara bijak dan kritis.

MATARAM – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Barat (NTB) terus mendalami dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB tahun anggaran 2023. Sejumlah Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mulai menjalani pemeriksaan secara maraton di kantor Kejati NTB sejak Rabu (4/2).

​Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengklarifikasi penggunaan anggaran senilai Rp 42 miliar yang diduga bermasalah, baik dalam pengadaan alat praktik siswa maupun pembangunan fisik sekolah.

Berdasarkan pantauan di lapangan, beberapa kepala sekolah tampak hadir memenuhi panggilan jaksa penyidik. Salah satu kepala sekolah asal Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, mengonfirmasi bahwa dirinya dimintai keterangan terkait penggunaan dana DAK 2023.
​”Tadi hanya ditanya-tanya saja (oleh penyidik). Ada juga teman-teman kepala sekolah lain yang diperiksa bersamaan,” ungkap sumber yang enggan disebutkan namanya tersebut.

ADVERTISEMENT

🔗 Baca juga: Wagub NTB: KK NTB 2026 Bangkitkan UMKM dan Ekonomi Kreatif

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati NTB, Zulkifli Said, membenarkan adanya pemanggilan sejumlah saksi tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa proses saat ini masih dalam tahap pengumpulan keterangan.

​”Ya, ada kita periksa. Sifatnya hanya klarifikasi karena kasus ini masih dalam proses penyelidikan (lidik). Kami belum bisa menjelaskan detail materinya,” ujar Zulkifli singkat.

🔗 Baca juga: Gubernur Dorong Transformasi RSUP NTB Menuju Pelayanan Modern

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kejati NTB masih terus mengumpulkan bukti dan keterangan saksi untuk menentukan apakah terdapat unsur pidana korupsi yang merugikan keuangan negara dalam proyek tersebut.

Berita Terkait

Wagub NTB: KK NTB 2026 Bangkitkan UMKM dan Ekonomi Kreatif
Gubernur Dorong Transformasi RSUP NTB Menuju Pelayanan Modern
Pemprov NTB Komitmen Dukung Keberlanjutan Program JKN
Gubernur Targetkan Jalan Lenangguar–Lunyuk Tuntas Akhir Mei, Fokus Mitigasi Longsor
Guru Berkarakter Jadi Kunci Pendidikan NTB Masa Depan
Komdigi Batasi Medsos Usia 16 Tahun, NTB Dukung Perlindungan Anak
Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Perkuat Subsidi Tepat, Tingkatkan Layanan QR Code di Jawa Timur
Pertamina Siagakan 2.795 Kilo Liter Avtur untuk Penerbangan Haji Embarkasi Lombok

Berita Terkait

Sunday, 17 May 2026 - 15:32 WITA

Wagub NTB: KK NTB 2026 Bangkitkan UMKM dan Ekonomi Kreatif

Sunday, 17 May 2026 - 12:27 WITA

Gubernur Dorong Transformasi RSUP NTB Menuju Pelayanan Modern

Monday, 11 May 2026 - 15:13 WITA

Pemprov NTB Komitmen Dukung Keberlanjutan Program JKN

Saturday, 9 May 2026 - 14:17 WITA

Gubernur Targetkan Jalan Lenangguar–Lunyuk Tuntas Akhir Mei, Fokus Mitigasi Longsor

Thursday, 7 May 2026 - 15:20 WITA

Guru Berkarakter Jadi Kunci Pendidikan NTB Masa Depan

Berita Terbaru

Foto : kominfo NTB

Kesehatan

Gubernur Dorong Transformasi RSUP NTB Menuju Pelayanan Modern

Sunday, 17 May 2026 - 12:27 WITA

Kesehatan

Pemprov NTB Komitmen Dukung Keberlanjutan Program JKN

Monday, 11 May 2026 - 15:13 WITA

Mataram

Guru Berkarakter Jadi Kunci Pendidikan NTB Masa Depan

Thursday, 7 May 2026 - 15:20 WITA