Hadir Rembuk Pemuda NTB, Tanggapi Kebijakan BBM, Ali Usman: Langkah Pemerintah Jaga Kesehatan Fiskal Negara Harus Diapresiasi

Wednesday, 24 June 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ompunet.id

Foto: Ompunet.id

4,752 kali dibaca

⚠️ PERINGATAN ⚠️
Berita ini disajikan untuk tujuan informasi. Pembaca diharapkan membaca dan menyikapi isi berita secara bijak dan kritis.

MATARAM – Diskusi kritis dan mendalam mewarnai acara “Rembuk Pemuda NTB” yang digelar di Mataram, Selasa (23/6). Hadir sebagai narasumber, Anggota DPRD NTB dari Fraksi Gerindra, Ali Usman, yang mengupas tuntas dilema kebijakan kenaikan harga BBM serta dampaknya terhadap kesehatan fiskal negara di hadapan para aktivis mahasiswa.

​Acara ini berlangsung dinamis dengan dihadiri oleh sejumlah ketua organisasi mahasiswa serta ketua-ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai perguruan tinggi di Mataram. Pertemuan ini menjadi ajang bagi mahasiswa untuk membedah kebijakan pemerintah terkait BBM secara rasional dan berbasis data.

Dalam paparannya, Ali Usman membeberkan fakta mengenai defisit produksi minyak nasional yang menjadi akar masalah. Ia menjelaskan bahwa kemampuan produksi minyak nasional saat ini hanya sekitar 600.000 barel per hari, sementara angka konsumsi harian nasional mencapai 1,6 juta barel.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

🔗 Baca juga: Gubernur Iqbal: Bawa Syiar Al-Qur’an, Jaga Marwah NTB

​”Kita mengalami selisih sekitar 900.000 barel per hari yang harus dipenuhi dari impor. Dalam kondisi ekonomi global yang tidak menentu, bahkan negara dengan pertumbuhan ekonomi tinggi seperti Tiongkok dan India pun mengalami guncangan jika harga minyak dunia naik, apalagi kita yang masih bergantung pada pasokan luar negeri,” ungkap Ali Usman.

Ali memberikan apresiasi khusus atas kebijakan pemerintah yang memilih untuk tidak menaikkan harga BBM bersubsidi seperti biosolar dan pertalite. Menurutnya, langkah ini adalah bentuk keberpihakan terhadap “jantung produksi” rakyat Indonesia.

​Ia menekankan bahwa jika harga solar dinaikkan, efek domino yang ditimbulkan akan merugikan sektor industri, manufaktur, hingga transportasi, yang berujung pada lonjakan harga bahan pokok secara luas.

Menanggapi kenaikan harga BBM non-subsidi, Ali mengajak peserta rembuk pemuda untuk melihat persoalan ini dari kacamata kesehatan APBN. Ia mengingatkan bahwa beban subsidi yang terlalu besar berpotensi membahayakan fiskal nasional jika tidak dikelola dengan bijak.

​”Jika kita tidak bijak, beban subsidi bisa menyentuh angka 200 hingga 300 triliun rupiah, yang berisiko membuat APBN jebol. Jika APBN sakit, maka kemampuan negara membiayai sektor strategis lainnya seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur, hingga gaji pendidik akan terancam,” jelasnya.

🔗 Baca juga: Putri Victoria di Gili Meno: Menjaga Laut, Merawat Harapan Ekonomi Biru

Di akhir sesi, Ali Usman memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan kritik. Ia menegaskan bahwa kritik sangat diperlukan, namun harus disertai dengan tawaran solusi yang tepat. Ia mendorong para pemuda untuk mengawal bagaimana efisiensi alokasi anggaran tersebut nantinya bisa dialihkan ke sektor publik yang lebih membutuhkan.

​”Pilihannya sederhana; apakah kita menolak kebijakan ini dan membiarkan APBN kita terancam, atau kita menerima realita ini namun tetap membangun kritisisme yang konstruktif terhadap bagaimana subsidi dialokasikan untuk kepentingan rakyat banyak,” tutupnya.

Berita Terkait

Gubernur Iqbal: Bawa Syiar Al-Qur’an, Jaga Marwah NTB
Putri Victoria di Gili Meno: Menjaga Laut, Merawat Harapan Ekonomi Biru
Putri Victoria Kagumi Karya Perajin Perempuan NTB di Bale Kita
Putri Mahkota Victoria Tiba di Lombok, Disambut Tenun Sasak dan Minuman Rempah
Demi Bebas Banjir, PMII Bima Dukung Penuh Percepatan Pembangunan Kolam Retensi Amahami
Inflasi Naik, Ekonomi NTB Tetap Tangguh: Wahyudin Paparkan Data, Khalik: Alarm Harus Dijawab
Dukung Pengendalian Banjir dan Ruang Publik, Ketua PC PMII Bima Apresiasi Desain Kolam Retensi BBWS Pada Proyek NUFRep
Rapim Pemprov NTB: Gubernur Miq Iqbal Benahi Mesin Pemerintahan NTB

Berita Terkait

Thursday, 10 September 2026 - 12:24 WITA

Gubernur Iqbal: Bawa Syiar Al-Qur’an, Jaga Marwah NTB

Sunday, 6 September 2026 - 13:51 WITA

Putri Victoria di Gili Meno: Menjaga Laut, Merawat Harapan Ekonomi Biru

Saturday, 5 September 2026 - 17:51 WITA

Putri Victoria Kagumi Karya Perajin Perempuan NTB di Bale Kita

Saturday, 5 September 2026 - 16:21 WITA

Putri Mahkota Victoria Tiba di Lombok, Disambut Tenun Sasak dan Minuman Rempah

Saturday, 5 September 2026 - 11:11 WITA

Demi Bebas Banjir, PMII Bima Dukung Penuh Percepatan Pembangunan Kolam Retensi Amahami

Berita Terbaru

Daerah

Gubernur Iqbal: Bawa Syiar Al-Qur’an, Jaga Marwah NTB

Thursday, 10 Sep 2026 - 12:24 WITA