9,013 kali dibaca
Berita ini disajikan untuk tujuan informasi. Pembaca diharapkan membaca dan menyikapi isi berita secara bijak dan kritis.
Jakarta – Presenter Raffi Ahmad akhirnya memberikan respons tegas terhadap narasi liar yang mengaitkan dirinya dengan kasus dugaan suap impor yang melibatkan perusahaan bernama Blu-ray. Didampingi pengacara Hotman Paris, Raffi meluapkan kekesalannya terhadap pihak-pihak yang menyebarkan fitnah di media sosial tanpa memiliki bukti.
”Bagi yang buat medsos mengaitkan Raffi Ahmad sebagai bagian dari Blu-ray menyogok Bea Cukai tapi tidak berani datang (untuk konfrontasi), berarti kamu adalah bajingan pengecut yang sakit jiwa,” tegas Raffi Ahmad dalam konferensi pers, Kamis (11/6/2026).
Raffi menegaskan bahwa isu yang beredar adalah hoaks yang tidak berdasar. Ia memaparkan fakta bahwa pertemuan dirinya dengan pihak Blu-ray di Amerika Serikat hanyalah pertemuan singkat yang tidak direncanakan. Saat itu, ia hanya bersikap sopan dengan meladeni permintaan foto dari penggemar di depan toko, namun tidak pernah ada transaksi maupun pemesanan barang seperti yang dituduhkan.
ADVERTISEMENT
🔗 Baca juga: Tegaskan Aksi Damai, Mahasiswa UI : Kami Bukan KKB Dalam Aksi Indonesia Bangrut
SCROLL TO RESUME CONTENT
”Saya kenal saja tidak, apalagi memesan barang. Bahkan, ada bukti chat dari staf perusahaan tersebut yang menyatakan penyesalan karena saya dituduh terlibat, padahal mereka sendiri tahu saya menolak pemberian mereka,” lanjutnya.
Dalam kesempatan yang sama, pengacara Hotman Paris turut menegaskan bahwa tidak ada peristiwa pidana dalam kejadian tersebut. Ia menyebutkan bahwa saksi dari pihak perusahaan terkait pun telah mencabut keterangannya di Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang sempat menyeret nama Raffi.
Raffi, yang kini mengemban amanah sebagai utusan khusus presiden, menyatakan bahwa dirinya tidak akan tinggal diam. Ia dan tim hukumnya saat ini tengah menginventarisir akun-akun media sosial yang dinilai telah melakukan pencemaran nama baik secara keji.
🔗 Baca juga: Anggota DPD RI dapil NTB Mirah M Fahmid Dorong Transisi Energi Berbasis Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat
”Saya memaafkan orang yang berbuat salah, tapi karena sekarang kondisi saya diberikan amanah oleh negara, saya harus meluruskan masalah ini dengan sebenar-benarnya agar tidak menjadi bola liar yang merugikan instansi,” tutup Raffi.




























