Menko AHY: Swasembada Pangan Dimulai dari Air, dan Air Dimulai dari Bendungan yang Terhubung dengan Irigasi

Friday, 10 July 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

199 kali dibaca

⚠️ PERINGATAN ⚠️
Berita ini disajikan untuk tujuan informasi. Pembaca diharapkan membaca dan menyikapi isi berita secara bijak dan kritis.

LOMBOK BARAT – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengingatkan bahwa pembangunan bendungan harus diikuti dengan pembangunan jaringan irigasi yang terintegrasi agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh petani dan masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan AHY seusai mendampingi Presiden Prabowo Subianto meresmikan Bendungan Meninting dan empat bendungan lainnya secara serentak pada Jumat (10/7) di Lombok Barat, NTB.

Menurut AHY, salah satu tantangan yang sering muncul adalah ketika bendungan telah selesai dibangun, tetapi jaringan irigasi belum terhubung secara optimal. Akibatnya, potensi besar yang dimiliki bendungan belum sepenuhnya mampu meningkatkan produktivitas pertanian.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

🔗 Baca juga: Gubernur Iqbal: Bawa Syiar Al-Qur’an, Jaga Marwah NTB

“Bendungan yang sudah terbangun akan menjadi kurang berarti apabila irigasinya belum terbangun dengan baik. Karena yang dibutuhkan petani bukan hanya bendungan yang berdiri megah, tetapi air yang benar-benar sampai ke sawah mereka,” kata AHY.

Ia menjelaskan bahwa keberhasilan sistem irigasi membutuhkan kolaborasi seluruh tingkatan pemerintahan. Irigasi primer menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, irigasi sekunder menjadi kewenangan pemerintah provinsi, sementara irigasi tersier berada di bawah pemerintah kabupaten dan kota.

Menurut AHY, apabila seluruh jaringan tersebut terhubung dengan baik, maka Indonesia akan memiliki fondasi yang jauh lebih kuat dalam menghadapi musim kemarau panjang, perubahan iklim, maupun ancaman El Nino yang dapat mengganggu produksi pangan.

“Swasembada pangan sesungguhnya dimulai dari ketersediaan air. Ketika bendungan dan irigasi terhubung dengan baik, petani tidak lagi hanya bergantung pada hujan. Mereka memiliki kepastian air untuk menanam, memanen, dan meningkatkan kesejahteraan keluarganya,” ujarnya.

🔗 Baca juga: Putri Victoria di Gili Meno: Menjaga Laut, Merawat Harapan Ekonomi Biru

AHY menegaskan bahwa pemerintah akan terus mengawal pembangunan jaringan irigasi agar investasi besar pada bendungan dapat menghasilkan manfaat maksimal bagi ketahanan pangan nasional dan kesejahteraan petani Indonesia.

Berita Terkait

Gubernur Iqbal: Bawa Syiar Al-Qur’an, Jaga Marwah NTB
Putri Victoria di Gili Meno: Menjaga Laut, Merawat Harapan Ekonomi Biru
Putri Victoria Kagumi Karya Perajin Perempuan NTB di Bale Kita
Putri Mahkota Victoria Tiba di Lombok, Disambut Tenun Sasak dan Minuman Rempah
Demi Bebas Banjir, PMII Bima Dukung Penuh Percepatan Pembangunan Kolam Retensi Amahami
Inflasi Naik, Ekonomi NTB Tetap Tangguh: Wahyudin Paparkan Data, Khalik: Alarm Harus Dijawab
Dukung Pengendalian Banjir dan Ruang Publik, Ketua PC PMII Bima Apresiasi Desain Kolam Retensi BBWS Pada Proyek NUFRep
Rapim Pemprov NTB: Gubernur Miq Iqbal Benahi Mesin Pemerintahan NTB

Berita Terkait

Thursday, 10 September 2026 - 12:24 WITA

Gubernur Iqbal: Bawa Syiar Al-Qur’an, Jaga Marwah NTB

Sunday, 6 September 2026 - 13:51 WITA

Putri Victoria di Gili Meno: Menjaga Laut, Merawat Harapan Ekonomi Biru

Saturday, 5 September 2026 - 17:51 WITA

Putri Victoria Kagumi Karya Perajin Perempuan NTB di Bale Kita

Saturday, 5 September 2026 - 16:21 WITA

Putri Mahkota Victoria Tiba di Lombok, Disambut Tenun Sasak dan Minuman Rempah

Saturday, 5 September 2026 - 11:11 WITA

Demi Bebas Banjir, PMII Bima Dukung Penuh Percepatan Pembangunan Kolam Retensi Amahami

Berita Terbaru

Daerah

Gubernur Iqbal: Bawa Syiar Al-Qur’an, Jaga Marwah NTB

Thursday, 10 Sep 2026 - 12:24 WITA