410 kali dibaca
Berita ini disajikan untuk tujuan informasi. Pembaca diharapkan membaca dan menyikapi isi berita secara bijak dan kritis.
Mataram – Mantan Presiden Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMat) periode 2025–2026, Supriadin, resmi dikukuhkan sebagai Presidium Nasional Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah Indonesia (BEM PTMAI) Zona VI wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk masa bakti 2026–2027.
Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat dan menyampaikan berbagai utusan mahasiswa, aktivis persyarikatan Muhammadi, serta pimpinan lembaga kemahasiswaan dari sejumlah perguruan tinggi di NTB dan NTT. Kegiatan tersebut juga dituangkan dengan orasi kebangsaan serta pernyataan sikap bersama yang menjadi simbol dimulainya babak baru konsolidasi gerakan mahasiswa Muhammadiyah di kawasan Indonesia Tengah.
Dalam sambutannya, Supriadin menegaskan komitmennya untuk membawa BEM PTMAI Zona VI menjadi organisasi yang lebih aktif, progresif, dan produktif. Ia menilai gerakan mahasiswa harus mampu keluar dari pola pragmatis yang selama ini dinilai menghambat peran strategis organisasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
🔗 Baca juga: Massa Hadang Mobil Dinas di Lombok Timur, Tuntut Transparansi Anggaran dan Audit BPK
“BEM PTMAI Zona VI harus konsisten menjadi mitra kritis pemerintah sekaligus penyambung lidah bagi problematika struktural yang menghadap masyarakat di akar rumput, khususnya di wilayah pesisir dan kepulauan NTB-NTT,” tegas Supriadin.
Menurutnya, arah gerakan yang akan dibangun berlandaskan pada semangat intelektual profetik, yakni perpaduan antara kajian akademis berbasis penelitian dengan tanggung jawab moral dan sosial terhadap masyarakat. Ia menekankan bahwa kader BEM PTMAI tidak boleh hanya menjadi penonton, tetapi harus hadir membawa solusi konkrit terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat.
“Mulai dari akses pendidikan di daerah terluar hingga isu kesejahteraan ekologis dan pelestarian lingkungan yang menjadi ancaman serius di wilayah NTB dan NTT, semuanya membutuhkan keterlibatan aktif siswa,” ujarnya.
Sebagai langkah awal kepemimpinannya, Supriadin bersama jajaran pengurus baru langsung memusatkan perhatian pada pelaksanaan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BEM PTMAI Zona VI. Forum tersebut dirancang sebagai strategi konsolidasi ruang untuk menyusun arah gerakan, program kerja, serta roadmap organisasi selama satu periode kepengurusan ke depan.
Rakerwil juga diproyeksikan menjadi wadah penyusunan cetak biru gerakan advokasi yang inklusif dan berbasis kebutuhan masyarakat. Melalui keterlibatan aktif seluruh pengurus BEM PTMAI Zona VI, setiap rekomendasi kebijakan yang diharapkan lahir dari data dan kondisi nyata di lapangan.
🔗 Baca juga: Baru Menjabat GPAN Apresiasi Ketegasan Kasat Narkoba Polres Bima, Ringkus Oknum Istri Polisi Tanpa Pandang Bulu
Rangkaian pelantikan yang dilanjutkan dengan Rakerwil tersebut menjadi sinyal kuat bahwa BEM PTMAI Zona VI siap bertransformasi menjadi motor penggerak perubahan yang lebih progresif di bawah kepemimpinan Supriadin.
Dengan semangat kolaborasi dan keberpihakan terhadap kepentingan umat, kepengurusan baru BEM PTMAI Zona VI menargetkan lahirnya berbagai program kerja yang solutif, berdampak, dan mampu menjawab tantangan sosial yang dihadapi masyarakat NTB dan NTT.




























