Patahkan Mitos Aktivis Abadi Kampus, Presiden Mahasiswa UIN Mataram Seminar Hasil Tepat Waktu

Wednesday, 17 June 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

243 kali dibaca

⚠️ PERINGATAN ⚠️
Berita ini disajikan untuk tujuan informasi. Pembaca diharapkan membaca dan menyikapi isi berita secara bijak dan kritis.

Mataram, 17 Juni 2026 — Presiden Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, Ahmad Hilman Halim, resmi melaksanakan Seminar Hasil Skripsi pada Rabu (17/6). Capaian tersebut menjadi bukti bahwa keterlibatan aktif dalam organisasi kemahasiswaan tidak harus menjadi penghalang bagi mahasiswa untuk menyelesaikan studi tepat waktu dan tetap produktif dalam bidang akademik.

Di tengah kesibukannya memimpin Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Mataram selama satu periode kepengurusan, Ahmad Hilman Halim berhasil menyelesaikan tahapan akademik penting pada semester delapan. Bahkan, hasil penelitian skripsinya diproyeksikan untuk diterbitkan pada jurnal ilmiah bereputasi nasional terindeks SINTA 2, sebagai bentuk kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan budaya akademik di perguruan tinggi.

Menurutnya, selama ini berkembang pandangan yang keliru bahwa mahasiswa yang aktif berorganisasi pasti mengalami keterlambatan studi atau kesulitan menyelesaikan kewajiban akademiknya. Narasi tersebut, kata dia, perlu diluruskan karena justru dapat menciptakan budaya yang tidak sehat di lingkungan gerakan mahasiswa.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sudah saatnya kita menghentikan normalisasi bahwa aktivis harus lulus terlambat, mengulang mata kuliah berkali-kali, atau bahkan berakhir pada ancaman drop out. Organisasi bukan alasan untuk gagal dalam akademik. Justru organisasi harus menjadi ruang pembelajaran yang melatih kedisiplinan, tanggung jawab, kepemimpinan, dan kemampuan mengelola waktu,” tegas Ahmad Hilman Halim.

🔗 Baca juga: Senator Mirah: Warga NTB di Mana Pun Berhak Diperlakukan Bermartabat

Ia menilai bahwa mahasiswa tidak boleh dipaksa memilih antara organisasi dan akademik. Keduanya merupakan bagian penting dari proses pendidikan tinggi yang saling melengkapi dalam membentuk karakter, kapasitas intelektual, serta kepemimpinan generasi muda.

“Kita harus mengakhiri romantisme bahwa aktivis adalah mereka yang paling lama berada di kampus. Aktivis yang sesungguhnya adalah mereka yang mampu menyelesaikan amanah organisasi sekaligus menuntaskan tanggung jawab akademiknya. Mahasiswa harus mampu memimpin gerakan, menyusun kajian, menulis jurnal, dan menyelesaikan studi dengan baik,” lanjutnya.

Lebih jauh, Ahmad Hilman Halim menegaskan bahwa gerakan mahasiswa masa kini harus mengalami transformasi. Jika selama ini aktivisme sering diidentikkan dengan aksi demonstrasi semata, maka mahasiswa juga harus mampu menghadirkan gagasan dan karya akademik yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, perjuangan mahasiswa tidak hanya dilakukan di jalanan, tetapi juga di ruang kelas, perpustakaan, laboratorium, forum diskusi, hingga publikasi ilmiah. Sebab perubahan tidak hanya lahir dari teriakan di mimbar bebas, tetapi juga dari gagasan yang dibangun melalui riset dan kajian yang berkualitas.

“Mahasiswa harus membuktikan bahwa aktivisme dan akademik bukan dua hal yang bertentangan. Kita harus mampu menjadi intelektual yang kritis sekaligus produktif. Kita harus mampu mengawal kebijakan publik, tetapi juga mampu menghasilkan karya ilmiah yang bermanfaat bagi masyarakat dan bangsa,” ujarnya.

🔗 Baca juga: Gubernur Miq Iqbal Ajak Ciptakan Musorprov KONI Damai, Satukan Energi Positif Menuju PON 2028

Capaian tersebut sekaligus menjadi pesan bagi mahasiswa UIN Mataram bahwa organisasi bukanlah penghambat kesuksesan akademik. Sebaliknya, organisasi dapat menjadi sarana pembelajaran yang memperkuat kemampuan kepemimpinan, komunikasi, manajemen waktu, serta kepekaan sosial mahasiswa.

Dengan terlaksananya Seminar Hasil Skripsi pada semester delapan dan persiapan publikasi hasil penelitian pada jurnal bereputasi nasional, Ahmad Hilman Halim berharap semakin banyak mahasiswa yang berani aktif berorganisasi tanpa meninggalkan tanggung jawab akademiknya.

“Kita harus menjadi generasi yang mandiri dan bermanfaat bagi banyak orang. Aktivisme tidak boleh mengorbankan masa depan akademik, dan prestasi akademik tidak boleh membuat kita kehilangan kepedulian sosial. Keduanya harus berjalan beriringan demi melahirkan pemimpin masa depan yang berintegritas, berilmu, dan memiliki keberpihakan kepada masyarakat,” tutupnya.

Berita Terkait

Senator Mirah: Warga NTB di Mana Pun Berhak Diperlakukan Bermartabat
Gubernur Miq Iqbal Ajak Ciptakan Musorprov KONI Damai, Satukan Energi Positif Menuju PON 2028
Pemprov NTB: Pejabat Publik Harus Berdiri di Atas Kepentingan NKRI
Gubernur Ikbal Maju Kandidat Ketua KONI NTB; KIN Beberkan Catatan Kritis Terhadap Sosoknya Memimpin NTB
Dari Hilirisasi hingga Gili Tramena, Gubernur NTB dan Komisi VII Perkuat Transformasi Ekonomi NTB
Poros Pemuda Nusa Tenggara Barat Desak Polda NTB Tindak Tegas Dugaan Galian C Tanpa Izin di Desa Mpuri
Pertamina Patra Niaga Antisipasi Peningkatan Kebutuhan LPG Subsidi di Bima Melalui Mekanisme Penambahan Pasokan
Nama Tercantum di Manifes Umrah AKBP Didik, Kasi Humas Polres Bima Kota Buka Suara: “Saya Diajak, Tapi Batal Berangkat

Berita Terkait

Saturday, 15 August 2026 - 18:30 WITA

Senator Mirah: Warga NTB di Mana Pun Berhak Diperlakukan Bermartabat

Friday, 14 August 2026 - 14:22 WITA

Gubernur Miq Iqbal Ajak Ciptakan Musorprov KONI Damai, Satukan Energi Positif Menuju PON 2028

Friday, 14 August 2026 - 14:18 WITA

Pemprov NTB: Pejabat Publik Harus Berdiri di Atas Kepentingan NKRI

Friday, 14 August 2026 - 14:11 WITA

Gubernur Ikbal Maju Kandidat Ketua KONI NTB; KIN Beberkan Catatan Kritis Terhadap Sosoknya Memimpin NTB

Tuesday, 11 August 2026 - 20:25 WITA

Dari Hilirisasi hingga Gili Tramena, Gubernur NTB dan Komisi VII Perkuat Transformasi Ekonomi NTB

Berita Terbaru

Daerah

Gubernur Iqbal: Bawa Syiar Al-Qur’an, Jaga Marwah NTB

Thursday, 10 Sep 2026 - 12:24 WITA