524 kali dibaca
Berita ini disajikan untuk tujuan informasi. Pembaca diharapkan membaca dan menyikapi isi berita secara bijak dan kritis.
Fokus Pemerataan dan Kesejahteraan, Lombok Tengah Jadi Panggung Utama Peringatan HUT ke-67 NTB
Mataram– Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) secara resmi mengumumkan bahwa pelaksanaan upacara puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 NTB pada tahun 2025 akan dipusatkan di Kabupaten Lombok Tengah.
Keputusan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mewujudkan pemerataan perayaan, agar semangat hari jadi provinsi dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat di berbagai wilayah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
🔗 Baca juga: Dari Hilirisasi hingga Gili Tramena, Gubernur NTB dan Komisi VII Perkuat Transformasi Ekonomi NTB
Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, dalam keterangan resminya, Minggu (16/11/2025), menekankan bahwa perayaan tahun ini sengaja tidak dipusatkan di Mataram, melainkan didistribusikan secara merata di seluruh kabupaten/kota.
“Pusat upacara puncak akan berada di Lombok Tengah, namun seluruh rangkaian kegiatan dirancang agar merata di semua daerah. Tujuannya jelas, yakni agar seluruh masyarakat, termasuk anak-anak muda, dapat terlibat dan turut merasakan atmosfer perayaan hari ulang tahun Nusa Tenggara Barat,” ujar Gubernur Iqbal.
Dalam rangka memeriahkan hari jadi yang jatuh pada 17 Desember tersebut, Gubernur Iqbal mengusulkan dua agenda utama: yang pertama adalah penyelenggaraan NTB Award, yaitu ajang penghargaan yang ditujukan untuk mengapresiasi tokoh-tokoh berjasa, serta generasi muda berprestasi dan kreatif di daerah. Kedua, pelaksanaan NTB Memohon Hajat, yakni kegiatan doa bersama yang melibatkan para tuan guru sebagai ikhtiar memohon keselamatan dan keberkahan bagi NTB.
Sementara itu, Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri, turut memperkaya usulan dengan menambahkan aspek koneksi regional dan kesejahteraan sosial. Ia mengusulkan agar perayaan HUT ke-67 turut mengundang perwakilan Pemerintah Provinsi Bali dan NTT sebagai wujud kebersamaan dalam kawasan Kepulauan Sunda Kecil.
Lebih lanjut, Wakil Gubernur juga mendorong adanya gerakan pembagian sembako yang terintegrasi dengan program percepatan penanganan stunting, terutama difokuskan pada wilayah-wilayah yang masih masuk kategori zona merah, seperti Lombok Utara dan Lombok Timur.
🔗 Baca juga: Antisipasi Defisit, Pemprov NTB Susun APBD-P Lebih Realistis
Secara keseluruhan, perayaan HUT ke-67 NTB dirancang dengan konsep yang lebih inklusif. Rangkaian kegiatan direncanakan meliputi kegiatan sosial, pameran pembangunan daerah, peresmian berbagai proyek strategis, hingga aneka perlombaan yang diharapkan mampu mendorong partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat.





























