Belum Digaji Sebulan, Belasan Karyawan Mie Gacoan Bima Mogok Kerja

Wednesday, 4 February 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

514 kali dibaca

⚠️ PERINGATAN ⚠️
Berita ini disajikan untuk tujuan informasi. Pembaca diharapkan membaca dan menyikapi isi berita secara bijak dan kritis.

BIMA – Suasana di gerai populer Mie Gacoan Kota Bima mendadak riuh, namun bukan karena antrean pelanggan, melainkan karena aksi mogok kerja yang dilakukan oleh belasan karyawannya pada Senin (3/2/2026). Para pekerja memilih untuk menghentikan seluruh aktivitas operasional sebagai bentuk protes keras terhadap pihak manajemen yang hingga kini belum membayarkan upah mereka selama satu bulan terakhir.

Ketegangan mulai terlihat sejak pagi hari ketika pintu gerai yang biasanya terbuka lebar untuk pengunjung justru tampak tertutup.

Perwakilan karyawan menyatakan bahwa keputusan mogok kerja ini diambil sebagai langkah terakhir karena komunikasi dengan pihak pengelola terkait kepastian tanggal penggajian tidak membuahkan hasil yang jelas. Mereka mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari akibat keterlambatan hak yang seharusnya sudah masuk ke rekening mereka sejak akhir bulan lalu.

ADVERTISEMENT

🔗 Baca juga: Putri Victoria Kagumi Karya Perajin Perempuan NTB di Bale Kita

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dampak dari aksi ini pun langsung terasa. Puluhan pelanggan yang datang terpaksa gigit jari dan memutar balik kendaraan mereka karena tidak ada layanan yang tersedia.

Di depan gerai, terlihat para karyawan berkumpul dan saling memberikan dukungan, menegaskan bahwa mereka tidak akan kembali bekerja sebelum ada komitmen nyata dan pelunasan gaji dari pihak perusahaan.

Hingga saat ini, situasi di lokasi masih terpantau sepi dari aktivitas niaga.

🔗 Baca juga: Putri Mahkota Victoria Tiba di Lombok, Disambut Tenun Sasak dan Minuman Rempah

Pihak manajemen Mie Gacoan dilaporkan tengah berupaya melakukan koordinasi internal dan mediasi dengan para pekerja untuk mencari jalan tengah. Kejadian ini pun menjadi sorotan publik di Bima, mengingat popularitas gerai tersebut yang selalu ramai, namun kini harus berhadapan dengan masalah krusial terkait kesejahteraan pekerjanya.

Berita Terkait

Putri Victoria Kagumi Karya Perajin Perempuan NTB di Bale Kita
Putri Mahkota Victoria Tiba di Lombok, Disambut Tenun Sasak dan Minuman Rempah
Demi Bebas Banjir, PMII Bima Dukung Penuh Percepatan Pembangunan Kolam Retensi Amahami
BBWS Nusa Tenggara I Mataram Salurkan 10.000 Liter Air Bersih Tangani Bencana Kekeringan di Kota Bima
Musda HKTI: Gubernur Miq Iqbal Tawarkan Model Pertanian ala FELDA Malaysia
Antisipasi Dampak Kekeringan, BBWS Nusa Tenggara I Salurkan 5.000 Liter Air Bersih di Lombok Barat
Anak mantan Bupati Bima Dipolisikan Terkait kasus penipuan Rp3,8 Miliar
Porprov NTB dinilai Gagal; KIN Pesimis NTB Jadi Tuan Rumah PON 2028

Berita Terkait

Saturday, 5 September 2026 - 17:51 WITA

Putri Victoria Kagumi Karya Perajin Perempuan NTB di Bale Kita

Saturday, 5 September 2026 - 16:21 WITA

Putri Mahkota Victoria Tiba di Lombok, Disambut Tenun Sasak dan Minuman Rempah

Saturday, 5 September 2026 - 11:11 WITA

Demi Bebas Banjir, PMII Bima Dukung Penuh Percepatan Pembangunan Kolam Retensi Amahami

Monday, 3 August 2026 - 18:06 WITA

BBWS Nusa Tenggara I Mataram Salurkan 10.000 Liter Air Bersih Tangani Bencana Kekeringan di Kota Bima

Sunday, 2 August 2026 - 20:44 WITA

Musda HKTI: Gubernur Miq Iqbal Tawarkan Model Pertanian ala FELDA Malaysia

Berita Terbaru

Daerah

Gubernur Iqbal: Bawa Syiar Al-Qur’an, Jaga Marwah NTB

Thursday, 10 Sep 2026 - 12:24 WITA