1,076 kali dibaca
Berita ini disajikan untuk tujuan informasi. Pembaca diharapkan membaca dan menyikapi isi berita secara bijak dan kritis.
Mataram – Pekan Olahraga Provinsi (PON) XII Nusa Tenggara Barat 2026 masih berlangsung dan ada juga beberapa cabang olahraga (cabor) yang telah selesai digelar. Data terbaru bahwa 23 dari 51 telah menuntaskan seluruh rangkaian pertandingan dengan sekitar 200 nomor pertandingan yang berhasil diselesaikan.
Sejak awal bergulir hingga saat ini, pergelaran porprov 2026 masih menjadi sorotan utama di NTB. Hampir setiap sudut masyarakat membicarakan terkait penyelenggaraan porprov. Tentu Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTB sebagai penyelenggara utama harus bertanggung jawab terhadap sorotan-sorotan dari masyarakat selama pergelaran berlangsung.
Ada banyak hal yang jadi pusat perhatian pada gelaran porprov kali ini, pertama antusias dan nuansa porprov yang tidak terlalu dirasakan oleh masyarakat seperti biasanya. Kedua soal keributan yang terjadi hampir setiap hari dan setiap cabor memprotes KONI sebagai penyelanggara. Artinya bahwa KONI tidak dipercayai karena pengelolaan dan manajemen ivent yang sembruwet dan ambur adur.
ADVERTISEMENT
🔗 Baca juga: Gubernur Iqbal: Bawa Syiar Al-Qur’an, Jaga Marwah NTB
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ini porprov terbobrok selama yang terjadi di NTB. Protes berujung keributan atau chaos terjadi dimana-mana hampir setiap cabor. Tempat dilaksanakan porprov juga terlalu kejauhan sehingga para atlet mengeluh, bayangkan arena pertandingan mulai dari mataram hingga ke lombok timur sana. Harusnya mataram dan lombok barat sudah cukup jadi arena pertandingan” Ungkap Direktur KIN NTB
Komite Investigasi Nusantara (KIN) menilai bahwa Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTB harus bertanggung jawab terhadap segala persoalan yang terjadi karena pergelaran porprov ini menjadi cerminan untuk NTB menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) di Tahun 2028 nantinya.
🔗 Baca juga: Putri Victoria di Gili Meno: Menjaga Laut, Merawat Harapan Ekonomi Biru
“Saya sebagai Direktur KIN NTB, menghimbau kepada Mori Hanafi agar segera mundur dari jabatannya sebagai Ketua Koni NTB setelah Porprov berakhir. Kami menilai Mori Hanafi gagal mempersembahkan dikancah Nasional bahwa NTB bisa dan layak menjadi tuan rumah PON NTB 2028. Apalagi informasi yang kami himpun bahwa ada dugaan terjadi defisit anggaran hingga mencapai 5 Miliar. Kondisi ini adalah yang terparah dan kami secara tegas menyampaikan ini agar olahraga NTB kembali menjadi baik dan tidak sembruwet dan ambur adur seperti ini” Tutup Sugeng.





























