Kelebihan Muatan Parah, TPS Sandubaya Mataram Kian Mengkhawatirkan

Saturday, 3 January 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

361 kali dibaca

⚠️ PERINGATAN ⚠️
Berita ini disajikan untuk tujuan informasi. Pembaca diharapkan membaca dan menyikapi isi berita secara bijak dan kritis.

Mataram  — Kondisi Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Sandubaya di Kota Mataram kini berada dalam situasi mengkhawatirkan akibat lonjakan volume sampah yang jauh melampaui daya tampung. TPS yang seharusnya hanya menampung sekitar 100 ton sampah, saat ini harus menanggung tumpukan yang diperkirakan mencapai 10.000 ton, sehingga menimbulkan ancaman serius terhadap lingkungan dan kesehatan warga di sekitarnya.

Sumber foto : insidelombok – Tumpukan sampah di TPS Sandubaya (Inside Lombok/Azmah)

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram, Nizar Denny Cahyadi, mengungkapkan bahwa TPS Sandubaya sudah berada pada kondisi kelebihan kapasitas. Ia menyebutkan, selain overload, lahan pinjaman yang digunakan untuk menampung limpahan sampah di Pade Angen juga telah diminta untuk segera dikosongkan.

“TPS Sandubaya sudah dalam kondisi penuh. Lahan pinjaman di Pade Angen pun sudah diminta untuk dibersihkan,” ujarnya pada Jumat (2/1/2026).

Nizar menjelaskan, DLH sebenarnya telah mengoperasikan mesin insinerator sebagai salah satu solusi untuk mengurangi volume sampah. Namun, kemampuan alat tersebut masih sangat terbatas karena hanya sanggup mengolah sekitar 10 ton sampah per hari.

“Insinerator masih berfungsi, tetapi kapasitasnya memang terbatas,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa TPS Sandubaya sejatinya hanya berfungsi sebagai tempat penampungan sementara, sehingga kapasitasnya tidak dirancang untuk menampung sampah dalam jumlah besar dan jangka panjang. Namun kondisi di lapangan saat ini sudah jauh melampaui batas ideal.

“TPS itu tempat pembuangan sementara, jadi daya tampungnya memang terbatas,” katanya.

Lebih lanjut, Nizar mengakui bahwa penumpukan sampah berlebih berpotensi menimbulkan bau menyengat yang dapat menyebar ke lingkungan sekitar, serta meningkatkan risiko pencemaran air lindi jika tidak segera diatasi. Saat ini, pihaknya masih mengoptimalkan peralatan yang tersedia sembari merumuskan langkah percepatan pengangkutan sampah dan penambahan fasilitas pengolahan.

🔗 Baca juga: Antisipasi Defisit, Pemprov NTB Susun APBD-P Lebih Realistis

Selain upaya teknis, DLH Kota Mataram juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif mengurangi timbulan sampah sejak dari sumbernya, khususnya melalui pemilahan sampah di tingkat rumah tangga. Langkah tersebut dinilai penting untuk menekan volume sampah yang masuk ke TPS Sandubaya yang saat ini telah melampaui kapasitas maksimal.

sumber : insidelombok

Berita Terkait

Dari Hilirisasi hingga Gili Tramena, Gubernur NTB dan Komisi VII Perkuat Transformasi Ekonomi NTB
Antisipasi Defisit, Pemprov NTB Susun APBD-P Lebih Realistis
Pasca OTT Bupati Lombok Barat, Kursi Wakil Bupati Jadi Incaran Partai Pengusung, KASTA NTB DPD LOBAR Terlalu Dini, Luka Rakyat Belum Terobati
Musda HKTI: Gubernur Miq Iqbal Tawarkan Model Pertanian ala FELDA Malaysia
Kerap Dikeluhkan, Iqbal Revitalisasi Pasar Kuta Mandalika Jadi Lebih Nyaman
Anak mantan Bupati Bima Dipolisikan Terkait kasus penipuan Rp3,8 Miliar
Pertamina Patra Niaga Rayakan Hari Anak Nasional melalui Edukasi Budaya dan Aksi Pelestarian Lingkungan
Gubernur NTB Luncurkan Reformasi Pendidikan, Perkuat Mutu Sekolah hingga Ketahanan Pangan

Berita Terkait

Tuesday, 11 August 2026 - 20:25 WITA

Dari Hilirisasi hingga Gili Tramena, Gubernur NTB dan Komisi VII Perkuat Transformasi Ekonomi NTB

Monday, 10 August 2026 - 15:29 WITA

Antisipasi Defisit, Pemprov NTB Susun APBD-P Lebih Realistis

Sunday, 2 August 2026 - 20:49 WITA

Pasca OTT Bupati Lombok Barat, Kursi Wakil Bupati Jadi Incaran Partai Pengusung, KASTA NTB DPD LOBAR Terlalu Dini, Luka Rakyat Belum Terobati

Sunday, 2 August 2026 - 20:44 WITA

Musda HKTI: Gubernur Miq Iqbal Tawarkan Model Pertanian ala FELDA Malaysia

Wednesday, 29 July 2026 - 07:57 WITA

Kerap Dikeluhkan, Iqbal Revitalisasi Pasar Kuta Mandalika Jadi Lebih Nyaman

Berita Terbaru

Daerah

Gubernur Iqbal: Bawa Syiar Al-Qur’an, Jaga Marwah NTB

Thursday, 10 Sep 2026 - 12:24 WITA