450 kali dibaca
Berita ini disajikan untuk tujuan informasi. Pembaca diharapkan membaca dan menyikapi isi berita secara bijak dan kritis.
MATARAM – Universitas Mataram (Unram) secara resmi melepas 2.591 mahasiswa untuk melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Periode Desember 2025–Februari 2026. Upacara pelepasan yang berlangsung khidmat di Lapangan Rektorat Unram pada Selasa (23/12/2025) ini menandai dimulainya masa pengabdian mahasiswa di ratusan desa dan kelurahan di Pulau Lombok.
Pada periode ini, KKN Unram mengangkat tema “Desa Berdaya, Program Berdampak: KKN-PMD dengan Pilar Empathy dan Curiosity”. Tema ini mencerminkan visi Unram untuk menjadikan mahasiswa sebagai mitra strategis pembangunan desa yang tidak hanya bekerja secara teknis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi.
Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unram, Dr. Andi Chairil Ichsan, menekankan bahwa KKN adalah laboratorium sosial bagi mahasiswa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
🔗 Baca juga: Dari Hilirisasi hingga Gili Tramena, Gubernur NTB dan Komisi VII Perkuat Transformasi Ekonomi NTB
“Empati dan rasa ingin tahu menjadi modal utama mahasiswa untuk memahami persoalan desa, menggali potensi yang ada, serta merumuskan kontribusi yang relevan dan berkelanjutan,” jelasnya.
Ribuan mahasiswa tersebut akan disebar ke 256 desa dan kelurahan di lima kabupaten/kota di Pulau Lombok.
Selain program reguler, Unram bekerja sama dengan Bappeda Provinsi NTB untuk menjalankan KKN Desa Berdaya. Program khusus ini melibatkan 617 mahasiswa di 61 desa dengan fokus utama pada penguatan Sistem Informasi Desa (SID). Langkah ini diharapkan dapat membantu digitalisasi data dan tata kelola pemerintahan desa yang lebih akurat.
Wakil Rektor Bidang Akademik Unram, Prof. Dr. Sitti Hilyana, dalam sambutannya menyatakan kebanggaannya atas jangkauan program ini. Kehadiran mahasiswa Unram kali ini tercatat mampu menjangkau hampir 20 persen dari total desa dan kelurahan yang ada di Provinsi NTB.
🔗 Baca juga: Antisipasi Defisit, Pemprov NTB Susun APBD-P Lebih Realistis
“Mahasiswa diharapkan mampu menjadi bagian dari solusi pembangunan dengan bekerja bersama masyarakat, menjaga nama baik almamater, serta mengisi ruang-ruang pembangunan yang belum sepenuhnya tersentuh oleh pemerintah,” pesan Prof. Hilyana.
Dengan dimulainya masa penerjunan ini, mahasiswa Unram diharapkan mampu menghadirkan inovasi dan program kerja yang kontekstual, sehingga keberadaan mereka memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan warga di Nusa Tenggara Barat.





























