515 kali dibaca
Berita ini disajikan untuk tujuan informasi. Pembaca diharapkan membaca dan menyikapi isi berita secara bijak dan kritis.
KOTA BIMA – Seorang Ibu Rumah Tangga, Nurlailah mengeluhkan pencemaran sumber air bersih di tempat tinggalnya di Lingkungan Wadu Mbolo, Kelurahan Dara, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima.
Menurutnya, pencemaran pada sumur rumah tangga bagi banyak warga di samping depot Pertamina sudah sejak lama. Ia menduga pencemaran air diakibatkan dari rembesan minyak yang ada di kilang Pertamina.
Ia meminta, sumur-sumur yang ada di Lingkungan Wadumbolo untuk ditinjau oleh Pemerintah Kota Bima yang dalam hal ini tugas Dinas Lingkungan Hidup.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
🔗 Baca juga: Dari Hilirisasi hingga Gili Tramena, Gubernur NTB dan Komisi VII Perkuat Transformasi Ekonomi NTB
“Kami minta Pemerintah turun melihat langsung keadaan sumur di Wadumbolo. Keadaan pencemaran yang berasal dari minyak pertamina sangat parah keadaannya,” ungkap Nurlailah, Selasa, 13 Januari 2026.
Ia menilai, selama ini keadaan masyarakat di Wadumbolo jarang ditengok oleh pemerintah mukai dari Pemerintah Kelurahan hingga Dinas terkait.
Kata dia, ada yang bilang bukan minyak milik Pertamina yang mencemari sumur di Wadumbolo. Tapi, kenapa ada warga yang mengambil minyak di sumur untuk digunakan bahkan ada yang menjualnya.
“Ada yang bilang bukan minyak pertamina yang mencemari sumur warga. Tapi, warga dengan menggunakan jirigen banyak yang mengambil dari sumur di Wadumbolo minyak jenis pertalite dan solar yang kemudian dijual,” tandasnya.
🔗 Baca juga: Antisipasi Defisit, Pemprov NTB Susun APBD-P Lebih Realistis
Sementara itu, pihak DLH Kota Bima dan Pertamina Bima masih dikonfirmasi terkait keluhan warga ini. (RED)





























