Skandal Retribusi Pasar Di Bima: Setoran Rp800 Juta, Masuk PAD Hanya Rp50 Juta

Friday, 9 January 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dokumen ompunet - poster Skandal Retribusi Pasar Di Bima: Setoran Rp800 Juta, Masuk PAD Hanya Rp50 Juta

Dokumen ompunet - poster Skandal Retribusi Pasar Di Bima: Setoran Rp800 Juta, Masuk PAD Hanya Rp50 Juta

800 kali dibaca

⚠️ PERINGATAN ⚠️
Berita ini disajikan untuk tujuan informasi. Pembaca diharapkan membaca dan menyikapi isi berita secara bijak dan kritis.

BIMA – Tabir gelap pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kabupaten Bima mulai tersingkap. Anggota DPRD Kabupaten Bima, Jasmin Malik, melontarkan pernyataan mengejutkan terkait adanya dugaan kebocoran besar-besaran pada sektor retribusi pasar di seluruh wilayah Kabupaten Bima.

Temuan ini terungkap usai Komisi 2 DPRD melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev). Jasmin mengungkapkan adanya jurang perbedaan yang sangat lebar antara dana yang dipungut dari pedagang dengan dana yang benar-benar masuk ke kas daerah.

Jasmin Malik membeberkan data yang mencengangkan. Berdasarkan hasil kroscek di lapangan, total penyetoran retribusi pasar diprediksi mencapai angka Rp800 juta. Namun tragisnya, yang tercatat sebagai penerimaan PAD hanya sebesar Rp50 juta.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

🔗 Baca juga: Putri Victoria Kagumi Karya Perajin Perempuan NTB di Bale Kita

“Pantas saja PAD Kabupaten Bima jauh di bawah target. Ada selisih ratusan juta rupiah yang bocor,” ujar Jasmin Malik dengan nada geram.

Kritik pedas ini tidak hanya diarahkan kepada instansi pengelola pasar, tetapi juga kepada internal pimpinan Komisi 2 DPRD Kabupaten Bima. Jasmin meminta sang Ketua Komisi, untuk tidak menutup mata atas temuan ini.

Ia menegaskan bahwa kasus ini tidak boleh diselesaikan dengan cara “diam-diam” atau sekadar menambal kebocoran tanpa adanya transparansi dan pertanggungjawaban hukum.

“Ketua Komisi 2, buka dong! Jangan ditambal kebocoran itu dengan cara didiamkan. Benarkah (ada pembiaran)???” tegas Jasmin Malik menantang transparansi pimpinan komisi.

🔗 Baca juga: Putri Mahkota Victoria Tiba di Lombok, Disambut Tenun Sasak dan Minuman Rempah

Kini, bola panas berada di tangan DPRD dan Pemerintah Kabupaten Bima. Publik mulai mempertanyakan ke mana larinya sisa dana ratusan juta rupiah tersebut. Jika kebocoran ini terus dibiarkan, pembangunan di Kabupaten Bima dipastikan akan terus terhambat akibat minimnya realisasi PAD.

Hingga saat ini, masyarakat mendesak agar dilakukan audit menyeluruh terhadap seluruh pasar se-Kabupaten Bima demi menghentikan praktik yang merugikan daerah tersebut.

Berita Terkait

Putri Victoria Kagumi Karya Perajin Perempuan NTB di Bale Kita
Putri Mahkota Victoria Tiba di Lombok, Disambut Tenun Sasak dan Minuman Rempah
Demi Bebas Banjir, PMII Bima Dukung Penuh Percepatan Pembangunan Kolam Retensi Amahami
Dari Hilirisasi hingga Gili Tramena, Gubernur NTB dan Komisi VII Perkuat Transformasi Ekonomi NTB
BBWS Nusa Tenggara I Mataram Salurkan 10.000 Liter Air Bersih Tangani Bencana Kekeringan di Kota Bima
Musda HKTI: Gubernur Miq Iqbal Tawarkan Model Pertanian ala FELDA Malaysia
Antisipasi Dampak Kekeringan, BBWS Nusa Tenggara I Salurkan 5.000 Liter Air Bersih di Lombok Barat
Anak mantan Bupati Bima Dipolisikan Terkait kasus penipuan Rp3,8 Miliar

Berita Terkait

Saturday, 5 September 2026 - 17:51 WITA

Putri Victoria Kagumi Karya Perajin Perempuan NTB di Bale Kita

Saturday, 5 September 2026 - 16:21 WITA

Putri Mahkota Victoria Tiba di Lombok, Disambut Tenun Sasak dan Minuman Rempah

Saturday, 5 September 2026 - 11:11 WITA

Demi Bebas Banjir, PMII Bima Dukung Penuh Percepatan Pembangunan Kolam Retensi Amahami

Tuesday, 11 August 2026 - 20:25 WITA

Dari Hilirisasi hingga Gili Tramena, Gubernur NTB dan Komisi VII Perkuat Transformasi Ekonomi NTB

Monday, 3 August 2026 - 18:06 WITA

BBWS Nusa Tenggara I Mataram Salurkan 10.000 Liter Air Bersih Tangani Bencana Kekeringan di Kota Bima

Berita Terbaru

Daerah

Gubernur Iqbal: Bawa Syiar Al-Qur’an, Jaga Marwah NTB

Thursday, 10 Sep 2026 - 12:24 WITA