883 kali dibaca
Berita ini disajikan untuk tujuan informasi. Pembaca diharapkan membaca dan menyikapi isi berita secara bijak dan kritis.
Koa Bima – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Bima memberikan apresiasi tinggi terhadap terobosan perencanaan infrastruktur yang dirancang oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara 1 Mataram. Fokus apresiasi tersebut tertuju pada desain pembangunan Kolam Retensi Amahami serta penataan kawasan Taman Dae Lakosa Kota Bima yang masuk dalam skema program National Urban Flood Resilience Project (NUFREP).
Ketua PC PMII Bima, Wira Purdiawan Putra, menilai bahwa hasil perencanaan infrastruktur yang digarap oleh BBWS NT 1 Mataram sangat matang dan visionary. Menurutnya, konsep yang diusung tidak hanya berfokus pada penyelesaian teknis mitigasi bencana, tetapi juga memperhitungkan aspek estetika dan penataan tata ruang kota secara luas.
“Desain dari BBWS NT 1 Mataram ini sangat bagus dan visioner. Keberadaan kolam retensi ini nantinya tidak sekadar berfungsi teknis untuk penanggulangan dan pengendalian banjir tahunan, tetapi memiliki nilai estetika tinggi yang berpotensi besar menjadi ikon baru Kota Bima ke depannya,” ujar Wira Purdiawan Putra saat memberikan keterangan kepada media di Bima, Selasa (25/8/2026).
ADVERTISEMENT
🔗 Baca juga: Gubernur Iqbal: Bawa Syiar Al-Qur’an, Jaga Marwah NTB
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain mengagumi konsep desain kawasan, Wira secara khusus menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang memimpin dan mengawal keberlangsungan program NUFREP di wilayah Kota Bima. Pihaknya menganggap jajaran PPK sangat peka dan responsif dalam memahami dinamika sosial serta kebutuhan nyata masyarakat lokal, khususnya generasi muda.
“Kami sangat mengapresiasi PPK program NUFREP ini karena dinilai benar-benar mengerti kebutuhan Kota Bima. Kehadiran infrastruktur ini dirancang sekaligus untuk menyediakan ruang terbuka publik yang sangat dibutuhkan oleh anak-anak muda,” tambah Wira.
Ia menegaskan bahwa ketersediaan ruang terbuka yang representatif (public space) akan memberikan dampak positif yang panjang bagi iklim kreativitas pemuda di Kota Bima.
🔗 Baca juga: Putri Victoria di Gili Meno: Menjaga Laut, Merawat Harapan Ekonomi Biru
“Anak-anak muda di Kota Bima butuh wadah yang positif untuk berinteraksi, berdiskusi, dan menyalurkan karya kreatif mereka. Kehadiran ruang terbuka di area kolam retensi dan Taman Dae Lakosa ini akan menjadi jawaban atas kebutuhan tersebut. PMII Bima berkomitmen untuk terus mengawal agar eksekusi pembangunan di lapangan kelak berjalan lancar, tepat waktu, serta memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” tutupnya.





























