TGH Najamudin Berani! Sebut Gubernur NTB diduga Sebagai Aktor di Balik Skandal Korupsi BTT dan Pokir

Tuesday, 25 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

1,684 kali dibaca

⚠️ PERINGATAN ⚠️
Berita ini disajikan untuk tujuan informasi. Pembaca diharapkan membaca dan menyikapi isi berita secara bijak dan kritis.

Mataram, Ompunet– Diskusi publik yang digelar oleh Forum Pemuda NTB Melawan berkolaborasi dengan Ompunet Media pada Senin malam (24/11) di Kedai Hangout Mataram mengungkap dugaan akar masalah dan jaringan tersembunyi di balik skandal Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) dan Belanja Tidak Terduga (BTT) di Nusa Tenggara Barat.

Acara ini mengusung tema: “Skandal Pokir dan BTT NTB: Jaringan Mafia Tersembunyi, Siapa Dalangnya?”

Acara yang dihadiri puluhan mahasiswa dan perwakilan lembaga masyarakat ini menghadirkan dua tokoh kritis yang menjadi sorotan utama dalam pengungkapan kasus, yakni TGH. Najamudin sebagai pelapor kedua kasus tersebut, dan Baharuddin Umar selaku Sekretaris NTRA Institute.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pergub 02 dan 06 Dituding Sebagai “Malapetaka”

Dalam paparannya, TGH. Najamudin menegaskan bahwa inti dari seluruh kegaduhan ini adalah lahirnya kebijakan di tingkat eksekutif, yaitu Peraturan Gubernur (Pergub) No. 02 dan No. 06. Pergub inilah yang diduga menjadi payung hukum bagi pergeseran anggaran BTT (yang seharusnya untuk penanggulangan bencana) ke kegiatan lain, termasuk alokasi dana Pokir anggota DPRD yang kini dikenal sebagai Pokir Siluman. “Inti dari persoalan ini adalah lahirnya Pergub No. 02 dan 06 yang mengatur pergeseran anggaran BTT ke kegiatan lain,” ujar TGH. Najamudin.

🔗 Baca juga: Gubernur Iqbal: Bawa Syiar Al-Qur’an, Jaga Marwah NTB

Ia menyebut Pergub tersebut sebagai “malapetaka” yang melahirkan semua peristiwa pidana, termasuk penetapan tersangka terhadap tiga anggota DPRD NTB dalam kasus Pokir Siluman. Najamudin menduga adanya persekongkolan jahat yang menyebabkan dana BTT untuk bencana, seperti banjir di Bima dan Mataram, justru dialihkan ke proyek infrastruktur.

Keterlibatan Eksekutif dan Angka Misterius BTT

Pandangan serupa disampaikan oleh Baharuddin Umar, atau akrab disapa Bung Behor. Ia menekankan bahwa kasus BTT dan Pokir merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dan berawal dari Peraturan Gubernur. Bung Behor menyoroti kejanggalan dalam pergeseran anggaran BTT, yang menurutnya melanggar PP 12 Tahun 2019 dan Permendagri Nomor 77 Tahun 2020. Ia juga mengungkapkan adanya  “angka misterius” terkait total pergeseran dana. Pergub 02 dan 06 menggeser 339 miliar Rupiah.

Namun, dalam APBD Perubahan, total pergeseran tercatat 484 miliar Rupiah, yang hanya menyisakan 16 miliar Rupiah. ” Angka yang berbeda-beda ini harus diusut tuntas,” jelas Bung Behor.

Mendesak Pemeriksaan Eksekutif dan Biro PBJ

Para pembicara menyayangkan bahwa hingga saat ini, pemeriksaan dan penindakan Aparat Penegak Hukum (APH) lebih berfokus pada anggota DPRD, sementara pihak eksekutif belum tersentuh. Padahal, laporan dugaan korupsi yang mereka sampaikan mencakup eksekutif. TGH. Najamudin menduga kuat adanya konspirasi antara Pemprov dan DPRD untuk mengabaikan prioritas bencana.

🔗 Baca juga: Putri Victoria di Gili Meno: Menjaga Laut, Merawat Harapan Ekonomi Biru

Selain itu, narasumber mendesak APH untuk segera memeriksa Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ).

Dugaan permainan (Ijon) dalam proses tender dan penunjukan langsung proyek-proyek BTT dinilai sebagai jaringan korupsi yang jauh lebih besar daripada kasus Pokir Siluman.

“Kita harus mencari dan mengadili siapa sebenarnya pelakunya dari kegaduhan ini. Kita tidak boleh berhenti pada anggota dewan saja, tapi harus usut sampai tuntas di eksekutif yang melahirkan Pergub malapetaka ini,” tutup TGH. Najamudin.

Berita Terkait

Gubernur Iqbal: Bawa Syiar Al-Qur’an, Jaga Marwah NTB
Putri Victoria di Gili Meno: Menjaga Laut, Merawat Harapan Ekonomi Biru
Demi Bebas Banjir, PMII Bima Dukung Penuh Percepatan Pembangunan Kolam Retensi Amahami
Inflasi Naik, Ekonomi NTB Tetap Tangguh: Wahyudin Paparkan Data, Khalik: Alarm Harus Dijawab
Dukung Pengendalian Banjir dan Ruang Publik, Ketua PC PMII Bima Apresiasi Desain Kolam Retensi BBWS Pada Proyek NUFRep
Rapim Pemprov NTB: Gubernur Miq Iqbal Benahi Mesin Pemerintahan NTB
Tanggap Bencana Kebakaran Desa Adat Sade, Bank NTB Syariah Salurkan Bantuan Air Bersih dan Paket Sembako
Dari Hilirisasi hingga Gili Tramena, Gubernur NTB dan Komisi VII Perkuat Transformasi Ekonomi NTB

Berita Terkait

Thursday, 10 September 2026 - 12:24 WITA

Gubernur Iqbal: Bawa Syiar Al-Qur’an, Jaga Marwah NTB

Sunday, 6 September 2026 - 13:51 WITA

Putri Victoria di Gili Meno: Menjaga Laut, Merawat Harapan Ekonomi Biru

Saturday, 5 September 2026 - 11:11 WITA

Demi Bebas Banjir, PMII Bima Dukung Penuh Percepatan Pembangunan Kolam Retensi Amahami

Tuesday, 25 August 2026 - 19:58 WITA

Dukung Pengendalian Banjir dan Ruang Publik, Ketua PC PMII Bima Apresiasi Desain Kolam Retensi BBWS Pada Proyek NUFRep

Monday, 24 August 2026 - 18:49 WITA

Rapim Pemprov NTB: Gubernur Miq Iqbal Benahi Mesin Pemerintahan NTB

Berita Terbaru

Daerah

Gubernur Iqbal: Bawa Syiar Al-Qur’an, Jaga Marwah NTB

Thursday, 10 Sep 2026 - 12:24 WITA