Ratusan Keluarga Brigadir Esco dari Lombok Tengan Rusak Rumah Brigadir Rizka dan Keluarga

Wednesday, 8 October 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

520 kali dibaca

⚠️ PERINGATAN ⚠️
Berita ini disajikan untuk tujuan informasi. Pembaca diharapkan membaca dan menyikapi isi berita secara bijak dan kritis.

Rabu (8/10) – Kecewa, Ratusan Keluarga Brigadir Esco dari Lombok Tengah Rusak Rumah Brigadir Rizka dan Keluarganya di Dusun Nyiurlembang, Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar Lombok Barat.

Situasi di Dusun Nyiurlembang, Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat. Ratusan warga yang merupakan keluarga besar almarhum Brigadir Esco Faska Rely, anggota Polsek Sekotong yang tewas secara tragis, mendatangi rumah keluarga Brigadir Rizka Sintiyani, tersangka utama dalam kasus dugaan pembunuhan tersebut.

Kedatangan massa yang sebagian besar berasal dari Desa Bon Jeruk, Lombok Tengah itu dipicu oleh kekecewaan terhadap proses hukum yang dinilai lamban. Mereka menuntut agar pihak kepolisian segera menangkap sejumlah orang lain yang disebut-sebut ikut terlibat dalam kematian Brigadir Esco.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

🔗 Baca juga: Gubernur Iqbal: Bawa Syiar Al-Qur’an, Jaga Marwah NTB

“Kami ke sini menuntut agar para pelaku lain juga segera ditangkap. Ini sudah terlalu lama kami menunggu keadilan untuk Esco,” tegas Gunawan, salah satu keluarga korban, di tengah kerumunan warga yang memadati area sekitar rumah Brigadir Rizka.

Menurut keluarga, berdasarkan hasil rekonstruksi dan keterangan saksi, ada lebih dari satu orang yang terlibat dalam insiden berdarah tersebut. Beberapa di antaranya bahkan disebut masih memiliki hubungan keluarga dengan tersangka utama, Brigadir Rizka Sintiyani.

Situasi sempat tak terkendali ketika sebagian warga tak mampu menahan emosi. Mereka melakukan aksi perusakan terhadap rumah Brigadir Rizka dan keluarganya. Pagar rumah dirusak, kaca jendela dilempari batu, bahkan beberapa kendaraan yang terparkir di halaman juga ikut menjadi sasaran amukan massa.

Meski sempat berlangsung ricuh, aksi itu tak berlangsung lama setelah aparat kepolisian dari Polsek Lembar dan Polres Lombok Barat tiba di lokasi.

🔗 Baca juga: Putri Victoria di Gili Meno: Menjaga Laut, Merawat Harapan Ekonomi Biru

Kapolres Lombok Barat AKBP Yasmara Harahap turun langsung untuk melakukan pengamanan dan menenangkan massa.

Berita Terkait

Gubernur Iqbal: Bawa Syiar Al-Qur’an, Jaga Marwah NTB
Putri Victoria di Gili Meno: Menjaga Laut, Merawat Harapan Ekonomi Biru
Demi Bebas Banjir, PMII Bima Dukung Penuh Percepatan Pembangunan Kolam Retensi Amahami
Inflasi Naik, Ekonomi NTB Tetap Tangguh: Wahyudin Paparkan Data, Khalik: Alarm Harus Dijawab
Dukung Pengendalian Banjir dan Ruang Publik, Ketua PC PMII Bima Apresiasi Desain Kolam Retensi BBWS Pada Proyek NUFRep
Rapim Pemprov NTB: Gubernur Miq Iqbal Benahi Mesin Pemerintahan NTB
Tanggap Bencana Kebakaran Desa Adat Sade, Bank NTB Syariah Salurkan Bantuan Air Bersih dan Paket Sembako
Dari Hilirisasi hingga Gili Tramena, Gubernur NTB dan Komisi VII Perkuat Transformasi Ekonomi NTB
Tag :

Berita Terkait

Thursday, 10 September 2026 - 12:24 WITA

Gubernur Iqbal: Bawa Syiar Al-Qur’an, Jaga Marwah NTB

Sunday, 6 September 2026 - 13:51 WITA

Putri Victoria di Gili Meno: Menjaga Laut, Merawat Harapan Ekonomi Biru

Saturday, 5 September 2026 - 11:11 WITA

Demi Bebas Banjir, PMII Bima Dukung Penuh Percepatan Pembangunan Kolam Retensi Amahami

Tuesday, 25 August 2026 - 19:58 WITA

Dukung Pengendalian Banjir dan Ruang Publik, Ketua PC PMII Bima Apresiasi Desain Kolam Retensi BBWS Pada Proyek NUFRep

Monday, 24 August 2026 - 18:49 WITA

Rapim Pemprov NTB: Gubernur Miq Iqbal Benahi Mesin Pemerintahan NTB

Berita Terbaru

Daerah

Gubernur Iqbal: Bawa Syiar Al-Qur’an, Jaga Marwah NTB

Thursday, 10 Sep 2026 - 12:24 WITA