833 kali dibaca
Berita ini disajikan untuk tujuan informasi. Pembaca diharapkan membaca dan menyikapi isi berita secara bijak dan kritis.
KOTA BIMA — Balai Besar Wilayah Sungai Nusa Tenggara I Mataram menunjukkan komitmen tanggap darurat dalam merespons bencana kekeringan yang melanda kawasan Kota Bima. Tim penanganan bencana turun langsung menyalurkan bantuan air bersih bagi masyarakat terdampak pada Senin, 3 Agustus 2026, mulai pukul 15.00 WITA.
Aksi tanggap darurat ini difokuskan di wilayah Kecamatan Rasanae Barat, menyasar tiga titik lokasi pemukiman yang mengalami krisis air bersih cukup parah. Lokasi tersebut meliputi kawasan BTN Sarata RT 17 RW 06 yang dihuni 159 KK dengan 298 jiwa, BTN Sarata RT 18 RW 07 yang dihuni 88 KK dengan 334 jiwa, serta kawasan Bara Barat RT 14 yang dihuni 65 KK dengan 260 jiwa. Secara keseluruhan, krisis air bersih di kawasan tersebut berdampak pada 312 Kepala Keluarga dengan total mencapai 892 jiwa.
Dalam operasional penanganan bencana ini, Balai Besar Wilayah Sungai Nusa Tenggara I Mataram menerjunkan sebanyak lima orang personel yang dilengkapi Alat Pelindung Diri standar keselamatan. Untuk menyuplai kebutuhan warga, tim mengoperasikan dua unit truk tangki air bersih yang masing-masing berkapasitas 5.000 liter, sehingga total air bersih yang disalurkan menuju titik penampungan warga mencapai 10.000 liter.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Guna memastikan proses distribusi berjalan aman, lancar, dan tepat sasaran, tim Balai Besar Wilayah Sungai Nusa Tenggara I Mataram di lapangan juga berkoordinasi secara intensif dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Bima beserta perangkat kelurahan setempat. Seluruh dokumentasi kegiatan dan proses penyaluran air bersih telah dicatat secara lengkap sebagai bentuk pertanggungjawaban serta laporan penanggulangan bencana daerah.
🔗 Baca juga: Gubernur Iqbal: Bawa Syiar Al-Qur’an, Jaga Marwah NTB
🔗 Baca juga: Putri Victoria di Gili Meno: Menjaga Laut, Merawat Harapan Ekonomi Biru





























