Oknum Pimpinan Ponpes di Lombok Tengah Diduga Cabuli Ustazah Sejak Masih Santriwati

Friday, 16 January 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

467 kali dibaca

⚠️ PERINGATAN ⚠️
Berita ini disajikan untuk tujuan informasi. Pembaca diharapkan membaca dan menyikapi isi berita secara bijak dan kritis.

Seorang pimpinan pondok pesantren (Ponpes) di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang bergelar tuan guru diduga telah melakukan tindakan cabul terhadap seorang ustazah sejak yang bersangkutan masih berstatus sebagai santriwati. Kasus ini terungkap setelah beredarnya rekaman audio berisi pengakuan korban tentang perbuatan oknum tersebut.

Ketua Badan Konsultasi dan Bantuan Hukum (BKBH) Universitas Mataram (Unram), Joko Jumadi, menyatakan bahwa pihaknya telah memegang bukti rekaman tersebut yang menunjukkan pengakuan ustazah mengenai perbuatan terduga pelaku. Rekaman itu kini telah tersebar di kalangan santriwati ponpes.

Menurut Joko, modus pelaku agar perbuatannya tidak terbongkar adalah dengan memaksa korban melakukan sumpah adat “nyatok” — sebuah tradisi lokal yang diyakini membawa konsekuensi buruk jika sumpahnya tidak benar. Dalam beberapa kasus, korban bahkan dipaksa meminum air yang dicampur tanah dari makam yang dianggap keramat sebagai bagian dari ritual sumpah tersebut.

Selain satu ustazah itu, BKBH Unram mencatat beberapa santriwati lain yang mengaku menjadi korban atau mengalami pelecehan. Beberapa dari mereka mengatakan pelaku sempat meminta mereka memfoto bagian tubuh tertentu dengan alasan untuk memberikan doa khusus. Ada juga yang mengaku sempat dicium oleh oknum pimpinan ponpes tersebut.

Berdasarkan laporan dari para santriwati yang mengunjungi BKBH Unram, jumlah korban diperkirakan lebih dari satu orang, dengan beberapa di antaranya masih anak di bawah umur ketika kejadian dimulai.

Joko menyampaikan bahwa lembaganya kini fokus pada pemulihan psikologis para korban serta sedang mempersiapkan langkah untuk melaporkan kasus ini ke pihak berwajib guna diproses secara hukum.

🔗 Baca juga: Wagub NTB Apresiasi Sensus Ekonomi Capai 94 Persen

Sementara itu, Polres Lombok Tengah melalui Kepala Seksi Humas, Iptu Lalu Brata Kusnadi, menyatakan bahwa pihaknya siap menindaklanjuti laporan ini dan melakukan penyelidikan lebih lanjut setelah aduan resmi diterima.

Berita Terkait

Dari Hilirisasi hingga Gili Tramena, Gubernur NTB dan Komisi VII Perkuat Transformasi Ekonomi NTB
Wagub NTB Apresiasi Sensus Ekonomi Capai 94 Persen
Antisipasi Defisit, Pemprov NTB Susun APBD-P Lebih Realistis
Semester I 2026, Investasi NTB Tembus Rp33,73 Triliun, Semakin Berkualitas dan Inklusif
NTB Selangkah Lagi Terapkan Sistem Manajemen Talenta ASN
Pasca OTT Bupati Lombok Barat, Kursi Wakil Bupati Jadi Incaran Partai Pengusung, KASTA NTB DPD LOBAR Terlalu Dini, Luka Rakyat Belum Terobati
Musda HKTI: Gubernur Miq Iqbal Tawarkan Model Pertanian ala FELDA Malaysia
Kerap Dikeluhkan, Iqbal Revitalisasi Pasar Kuta Mandalika Jadi Lebih Nyaman

Berita Terkait

Tuesday, 11 August 2026 - 20:25 WITA

Dari Hilirisasi hingga Gili Tramena, Gubernur NTB dan Komisi VII Perkuat Transformasi Ekonomi NTB

Tuesday, 11 August 2026 - 20:22 WITA

Wagub NTB Apresiasi Sensus Ekonomi Capai 94 Persen

Monday, 10 August 2026 - 15:29 WITA

Antisipasi Defisit, Pemprov NTB Susun APBD-P Lebih Realistis

Friday, 7 August 2026 - 15:58 WITA

Semester I 2026, Investasi NTB Tembus Rp33,73 Triliun, Semakin Berkualitas dan Inklusif

Friday, 7 August 2026 - 15:55 WITA

NTB Selangkah Lagi Terapkan Sistem Manajemen Talenta ASN

Berita Terbaru

Daerah

Gubernur Iqbal: Bawa Syiar Al-Qur’an, Jaga Marwah NTB

Thursday, 10 Sep 2026 - 12:24 WITA