JEJARING HARAM: TGH Najam Ungkap Peran Oknum LSM dan Tim Transisi Jadi Jembatan Aliran Dana Siluman NTB

Saturday, 13 December 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

672 kali dibaca

⚠️ PERINGATAN ⚠️
Berita ini disajikan untuk tujuan informasi. Pembaca diharapkan membaca dan menyikapi isi berita secara bijak dan kritis.

MATARAM – Penyelidikan kasus dugaan gratifikasi dana ‘siluman’ di DPRD NTB yang ditangani Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB semakin meluas. Pelapor kasus, Tuan Guru Haji (TGH) Najamuddin Mustafa, mengungkapkan adanya jaringan perantara, termasuk oknum LSM dan Tim Transisi, yang bertindak sebagai “kurir” dalam menyalurkan uang dari pihak swasta kepada anggota dewan.

Keterangan ini disampaikan TGH Najamuddin dalam sebuah wawancara eksklusif, yang juga menghadirkan Akademisi Hukum Prof. Dr. Zainul Asikin, S.H., M.S., di kanal YouTube Koranlombok.

Menurut TGH Najamuddin, setelah penetapan tiga tersangka dari kalangan politisi, Kejati kini sedang mengejar pihak-pihak yang menjadi penyalur dan pemilik sumber dana.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Maka ada tersebut di situ adalah LSM, ada tim transisi yang saya dengar di situ. Ini yang sedang digasa sama Kejaksaan sekarang,” ungkap TGH Najamuddin dalam video tersebut.

🔗 Baca juga: Dari Hilirisasi hingga Gili Tramena, Gubernur NTB dan Komisi VII Perkuat Transformasi Ekonomi NTB

Ia menambahkan bahwa peran oknum LSM tersebut adalah sebagai “jembatan” yang menghubungkan pemilik uang—yakni pemborong dari dalam maupun luar NTB—dengan para oknum anggota dewan yang menerima dana tersebut.

“Besok ini akan keluar orang-orang yang menjadi jembatan uang ini. Dari orang menjembatani uang ini akan keluar ini loh sumbernya bala bla bla ibu ini Bapak ini,” tambahnya.

Dugaan adanya peran kurir ini diperkuat oleh Prof. Dr. Zainul Asikin, yang menjelaskan bahwa konstruksi hukum pidana tidak hanya menyasar pelaku utama, tetapi juga pihak yang membantu melancarkan tindak pidana.

“Ada yang membantu melakukan… sopir ngantter-ngantarkan bisa itu jadi saya membantu melakukan. Karena saya dengar cerita ada satu yang keliling ini, wah ngantarin itu loh. Jadi peluncur,” kata Prof. Asikin, mengindikasikan adanya orang yang bertugas mengantarkan uang tersebut secara berkeliling.

Jejaring perantara ini, termasuk oknum LSM dan kurir, menjadi kunci untuk mengungkap seberapa banyak anggota dewan yang terlibat yang diperkirakan mencapai puluhan dan total uang yang disalurkan dari pihak swasta.

🔗 Baca juga: Wagub NTB Apresiasi Sensus Ekonomi Capai 94 Persen

TGH Najamuddin menduga bahwa para tersangka utama yang sudah ditahan mewakili “pintu” penerimaan dana. Para jembatan inilah yang bertugas mengalirkan uang tersebut ke masing-masing pintu.

“Nanti kita lihat kan, pintu Hamdan Kasim siapa saja, pintu Iju siapa saja, pintu Acip siapa saja. Ini enggak satu pintu, enggak satu pintu ternyata barang ini,” tutupnya.

Keberadaan oknum LSM sebagai ‘jembatan’ memperlihatkan kompleksitas dan sistematisnya skema pembagian dana haram yang berawal dari regulasi (Pergub) pergeseran Pokir senilai Rp 76 miliar tersebut.

Berita Terkait

Dari Hilirisasi hingga Gili Tramena, Gubernur NTB dan Komisi VII Perkuat Transformasi Ekonomi NTB
Wagub NTB Apresiasi Sensus Ekonomi Capai 94 Persen
Antisipasi Defisit, Pemprov NTB Susun APBD-P Lebih Realistis
Semester I 2026, Investasi NTB Tembus Rp33,73 Triliun, Semakin Berkualitas dan Inklusif
NTB Selangkah Lagi Terapkan Sistem Manajemen Talenta ASN
Pasca OTT Bupati Lombok Barat, Kursi Wakil Bupati Jadi Incaran Partai Pengusung, KASTA NTB DPD LOBAR Terlalu Dini, Luka Rakyat Belum Terobati
Musda HKTI: Gubernur Miq Iqbal Tawarkan Model Pertanian ala FELDA Malaysia
Kerap Dikeluhkan, Iqbal Revitalisasi Pasar Kuta Mandalika Jadi Lebih Nyaman

Berita Terkait

Tuesday, 11 August 2026 - 20:25 WITA

Dari Hilirisasi hingga Gili Tramena, Gubernur NTB dan Komisi VII Perkuat Transformasi Ekonomi NTB

Tuesday, 11 August 2026 - 20:22 WITA

Wagub NTB Apresiasi Sensus Ekonomi Capai 94 Persen

Monday, 10 August 2026 - 15:29 WITA

Antisipasi Defisit, Pemprov NTB Susun APBD-P Lebih Realistis

Friday, 7 August 2026 - 15:58 WITA

Semester I 2026, Investasi NTB Tembus Rp33,73 Triliun, Semakin Berkualitas dan Inklusif

Friday, 7 August 2026 - 15:55 WITA

NTB Selangkah Lagi Terapkan Sistem Manajemen Talenta ASN

Berita Terbaru

Daerah

Gubernur Iqbal: Bawa Syiar Al-Qur’an, Jaga Marwah NTB

Thursday, 10 Sep 2026 - 12:24 WITA