Jaminan Ketahanan Bima: Sinergi BBWS dan Bank Dunia Percepat Proyek NUFReP, Fokus Tuntas pada Sungai dan Lahan

Tuesday, 18 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

471 kali dibaca

⚠️ PERINGATAN ⚠️
Berita ini disajikan untuk tujuan informasi. Pembaca diharapkan membaca dan menyikapi isi berita secara bijak dan kritis.

Kota Bima, OMPUNET.id – Harapan warga Kota Bima untuk bebas dari ancaman banjir musiman semakin nyata setelah Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara I dan Bank Dunia (World Bank) menegaskan komitmen kuat dalam National Urban Flood Resilience Project (NUFReP). Proyek ini bukan sekadar perbaikan, melainkan upaya komprehensif untuk menciptakan ketahanan kota terhadap bencana banjir.

Diskusi mendalam antara para pemangku kepentingan menggarisbawahi urgensi percepatan proyek ini, yang didukung pendanaan dari Bank Dunia senilai total sekitar Rp459 Miliar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

🔗 Baca juga: Putri Victoria Kagumi Karya Perajin Perempuan NTB di Bale Kita

​Fokus Utama: Normalisasi Empat
Sungai Kritis

​Inti dari proyek NUFReP adalah penanganan infrastruktur, terutama normalisasi empat sungai utama yang selama ini menjadi sumber luapan air di Kota Bima: Sungai Ntobo, Nae, Rite, dan Tambe. Normalisasi ini krusial untuk meningkatkan kapasitas sungai agar mampu menampung debit air saat terjadi curah hujan ekstrem.

Meskipun progres pembangunan drainase primer telah mencapai angka 50%, tantangan terbesar yang dihadapi adalah percepatan pembebasan lahan.

Komitmen Pemkot Jadi Kunci Percepatan

​Menanggapi tantangan lahan ini, Pemerintah Kota Bima menegaskan komitmennya untuk segera menyelesaikan proses pembebasan lahan.

🔗 Baca juga: Putri Mahkota Victoria Tiba di Lombok, Disambut Tenun Sasak dan Minuman Rempah

Kepastian anggaran daerah untuk akuisisi lahan dianggap vital agar pengerjaan normalisasi sungai dan pembangunan kolam retensi dapat berjalan sesuai jadwal.
​Lebih lanjut, pembahasan juga menyoroti pentingnya pengelolaan sampah terpadu.

Bank Dunia menekankan bahwa penanganan banjir akan sia-sia jika masalah sampah yang menyumbat drainase tidak ditangani secara serius. Sinergi ini mendorong Pemkot Bima untuk memastikan bahwa perbaikan

Berita Terkait

Putri Victoria Kagumi Karya Perajin Perempuan NTB di Bale Kita
Putri Mahkota Victoria Tiba di Lombok, Disambut Tenun Sasak dan Minuman Rempah
Demi Bebas Banjir, PMII Bima Dukung Penuh Percepatan Pembangunan Kolam Retensi Amahami
Dari Hilirisasi hingga Gili Tramena, Gubernur NTB dan Komisi VII Perkuat Transformasi Ekonomi NTB
Antisipasi Defisit, Pemprov NTB Susun APBD-P Lebih Realistis
BBWS Nusa Tenggara I Mataram Salurkan 10.000 Liter Air Bersih Tangani Bencana Kekeringan di Kota Bima
Musda HKTI: Gubernur Miq Iqbal Tawarkan Model Pertanian ala FELDA Malaysia
Antisipasi Dampak Kekeringan, BBWS Nusa Tenggara I Salurkan 5.000 Liter Air Bersih di Lombok Barat

Berita Terkait

Saturday, 5 September 2026 - 17:51 WITA

Putri Victoria Kagumi Karya Perajin Perempuan NTB di Bale Kita

Saturday, 5 September 2026 - 16:21 WITA

Putri Mahkota Victoria Tiba di Lombok, Disambut Tenun Sasak dan Minuman Rempah

Saturday, 5 September 2026 - 11:11 WITA

Demi Bebas Banjir, PMII Bima Dukung Penuh Percepatan Pembangunan Kolam Retensi Amahami

Tuesday, 11 August 2026 - 20:25 WITA

Dari Hilirisasi hingga Gili Tramena, Gubernur NTB dan Komisi VII Perkuat Transformasi Ekonomi NTB

Monday, 10 August 2026 - 15:29 WITA

Antisipasi Defisit, Pemprov NTB Susun APBD-P Lebih Realistis

Berita Terbaru

Daerah

Gubernur Iqbal: Bawa Syiar Al-Qur’an, Jaga Marwah NTB

Thursday, 10 Sep 2026 - 12:24 WITA