Menag Nasaruddin Umar Buka Indonesia Ekonomi Syariah Forum & Expo 2025 di NTB: “NTB Provinsi Paling Berani Mengembangkan Ekonomi Syariah”

Friday, 24 October 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pembukaan IES Forum dan Expo 2025. (Inside Lombok/Ist)

Pembukaan IES Forum dan Expo 2025. (Inside Lombok/Ist)

551 kali dibaca

⚠️ PERINGATAN ⚠️
Berita ini disajikan untuk tujuan informasi. Pembaca diharapkan membaca dan menyikapi isi berita secara bijak dan kritis.

MATARAM – Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali mencatat sejarah penting dalam pengembangan ekonomi syariah nasional. Pada Kamis (23/10/2025), Menteri Agama Republik Indonesia Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA secara resmi membuka Indonesia Ekonomi Syariah (IES) Forum dan Expo 2025 di Islamic Center (IC) Hubbul Wathan Mataram, Kota Mataram.

Ajang bergengsi ini mempertemukan para pelaku usaha, akademisi, praktisi, hingga pembuat kebijakan di bidang ekonomi syariah dari seluruh Indonesia. IES Forum dan Expo 2025 menjadi wadah strategis untuk membangun arah baru perekonomian berbasis nilai-nilai keislaman yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan.

NTB Dipilih karena Keberaniannya Mengubah Sistem Ekonomi

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam sambutannya, Menag Nasaruddin Umar menegaskan bahwa NTB layak menjadi tuan rumah kegiatan berskala nasional ini karena dikenal sebagai provinsi yang paling progresif dalam mendorong ekonomi syariah.

“NTB adalah provinsi yang paling berani untuk mengedepankan perkembangan ekonomi syariah dan perbankan yang paling cepat serta spesifik untuk proaktif berubah,” ujarnya.

Ia menyoroti Bank Pembangunan Daerah (BPD) NTB Syariah sebagai bukti nyata. Bank tersebut menjadi salah satu bank daerah pertama di Indonesia yang bertransformasi penuh menjadi lembaga keuangan syariah, sekaligus menjadi model bagi daerah lain dalam pengembangan ekonomi syariah.

Ekonomi Syariah Bukan Syariahtisasi, Tapi Peluang Global

Menag menegaskan, penguatan ekonomi syariah tidak berarti upaya “syariahtisasi” sistem negara. Justru, menurutnya, langkah ini merupakan strategi ekonomi modern yang memiliki daya saing global.

“Tidak sama sekali. Kita tetap negara Pancasila. Tapi ada prospek besar ke depan yang perlu kita garap,” tegasnya.

🔗 Baca juga: Dari Hilirisasi hingga Gili Tramena, Gubernur NTB dan Komisi VII Perkuat Transformasi Ekonomi NTB

Ia mencontohkan Inggris, Jepang, dan Thailand, negara-negara non-muslim yang kini aktif mengembangkan industri halal karena potensinya yang besar untuk menarik investor internasional. Bahkan, negara-negara Barat kini memandang serius potensi pasar muslim dunia yang mencapai 1,3 miliar jiwa.

Indonesia Diakui Stabil, Toleran, dan Punya Potensi Besar

Lebih lanjut, Menag menyebut Indonesia sebagai negara muslim terbesar yang moderat dan toleran, dengan stabilitas politik dan ekonomi yang kuat.

“Indonesia termasuk negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi setelah Tiongkok. Kita punya modal sosial dan ekonomi yang luar biasa,” katanya.

Ia juga menyinggung sejumlah program nasional pro-rakyat seperti penyediaan makanan bergizi gratis, sekolah rakyat, hingga perumahan nelayan sebagai bentuk nyata kemajuan Indonesia di tengah tantangan global.

IES Forum: Gerakan Kebangkitan Ekonomi Umat

Dalam forum ini, Menag menekankan pentingnya membangkitkan potensi ekonomi umat yang selama ini belum tergarap maksimal.

“Konsep ini adalah raksasa besar yang sedang tidur,” ucapnya.

Potensi tersebut mencakup pengelolaan infak, sedekah, wakaf, hibah, wasiat, fidiyah, hingga pemberdayaan ekonomi berbasis masjid — meniru praktik Rasulullah SAW yang menjadikan masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan ekonomi dan sosial umat.

Wagub NTB: Ekonomi Harus Mengandung Berkah dan Manfaat Sosial

🔗 Baca juga: Wagub NTB Apresiasi Sensus Ekonomi Capai 94 Persen

Wakil Gubernur NTB, Hj. Indah Damayanti Putri, turut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya IES Forum dan Expo 2025. Ia menilai, kegiatan ini adalah momentum penting untuk memperkuat kolaborasi nasional dalam membangun ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan.

“Keberhasilan ekonomi diukur bukan hanya dari pertumbuhan angka, tetapi dari keberkahan dan manfaat sosial yang dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan komitmen NTB untuk menjadi pusat ekonomi syariah kawasan timur Indonesia, dengan fokus pada pemberdayaan ekonomi pesantren, pengembangan produk halal, inovasi keuangan syariah, serta pengelolaan zakat, infak, dan wakaf secara produktif.

Dihadiri Tokoh Nasional dan Perwakilan Negara Sahabat

Acara pembukaan IES Forum dan Expo 2025 turut dihadiri berbagai tokoh nasional dan internasional, di antaranya:

  • Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Damayanti Putri,
  • Ketua PTPKK Provinsi NTB Ibu Sinta M. Iqbal,
  • Forkompinda Provinsi NTB,
  • Kakanwil Kemenag NTB H. Zamroni Aziz,
  • Duta Besar Republik Arab Suriah H.E. Mr. Abdulmonem Annaan,
  • Duta Besar Republik Azerbaijan H.E. Mr. Rsmli Rzayev,
  • Pj. Sekda NTB Lalu Muhammad Faizol,
  • Direktur Eksekutif Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS),
  • Direktur Utama Istiqlal Fund Ahsanul Haq,
  • Forum Kakanwil Kemenag se-Indonesia,
  • dan Rektor UIN Mataram Prof. Dr. Masnun Thahir.

Kegiatan ini menegaskan posisi NTB sebagai poros ekonomi syariah baru di Indonesia, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, lembaga keuangan, dan komunitas pesantren dalam mewujudkan ekonomi umat yang berkeadilan dan berkelanjutan

Sumber : Inside Lombok

Berita Terkait

Dari Hilirisasi hingga Gili Tramena, Gubernur NTB dan Komisi VII Perkuat Transformasi Ekonomi NTB
Wagub NTB Apresiasi Sensus Ekonomi Capai 94 Persen
Antisipasi Defisit, Pemprov NTB Susun APBD-P Lebih Realistis
Semester I 2026, Investasi NTB Tembus Rp33,73 Triliun, Semakin Berkualitas dan Inklusif
NTB Selangkah Lagi Terapkan Sistem Manajemen Talenta ASN
Pasca OTT Bupati Lombok Barat, Kursi Wakil Bupati Jadi Incaran Partai Pengusung, KASTA NTB DPD LOBAR Terlalu Dini, Luka Rakyat Belum Terobati
Musda HKTI: Gubernur Miq Iqbal Tawarkan Model Pertanian ala FELDA Malaysia
Kerap Dikeluhkan, Iqbal Revitalisasi Pasar Kuta Mandalika Jadi Lebih Nyaman

Berita Terkait

Tuesday, 11 August 2026 - 20:25 WITA

Dari Hilirisasi hingga Gili Tramena, Gubernur NTB dan Komisi VII Perkuat Transformasi Ekonomi NTB

Tuesday, 11 August 2026 - 20:22 WITA

Wagub NTB Apresiasi Sensus Ekonomi Capai 94 Persen

Monday, 10 August 2026 - 15:29 WITA

Antisipasi Defisit, Pemprov NTB Susun APBD-P Lebih Realistis

Friday, 7 August 2026 - 15:58 WITA

Semester I 2026, Investasi NTB Tembus Rp33,73 Triliun, Semakin Berkualitas dan Inklusif

Friday, 7 August 2026 - 15:55 WITA

NTB Selangkah Lagi Terapkan Sistem Manajemen Talenta ASN

Berita Terbaru

Daerah

Gubernur Iqbal: Bawa Syiar Al-Qur’an, Jaga Marwah NTB

Thursday, 10 Sep 2026 - 12:24 WITA