Satu Tahun Kepemimpinan Bupati Lobar: KASTA NTB Sebut Pengadaan 8 Truk Senilai Rp 4,4 Miliar Belum Mampu Atasi Darurat Sampah

Monday, 23 February 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

860 kali dibaca

⚠️ PERINGATAN ⚠️
Berita ini disajikan untuk tujuan informasi. Pembaca diharapkan membaca dan menyikapi isi berita secara bijak dan kritis.

LOMBOK BARAT – Memasuki satu tahun masa kepemimpinan Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini (LAZ), persoalan sampah di wilayah ini justru dinilai semakin tak menentu. Lembaga Kajian dan Advokasi Sosial serta Transfaransi Anggaran (KASTA) NTB DPD Lombok Barat (Tontowi Jauhari), melayangkan kritik keras terkait efektivitas penggunaan anggaran daerah yang telah digelontorkan dalam jumlah besar namun belum memberikan dampak signifikan bagi kebersihan lingkungan.

KASTA NTB menyoroti langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat yang baru saja menyerahkan 8 unit truk sampah baru pada awal Januari 2026 dengan nilai pengadaan mencapai Rp 4,4 Miliar. Penambahan armada ini awalnya diharapkan mampu meningkatkan ritase pengangkutan hingga mencapai target 100 ton sampah per hari.
“Kami mencatat Pemda telah membelanjakan Rp 4,4 miliar uang rakyat untuk 8 truk baru. Logikanya, dengan tambahan armada tersebut, titik-titik tumpukan sampah seharusnya berkurang drastis. Namun kenyataannya, hingga satu tahun kepemimpinan ini, persoalan sampah di lapangan justru semakin ‘gak jelas’ dan terbengkalai,” tegas Ton (sapaan akrabnya) hari ini.

Berdasarkan pantauan lapangan KASTA NTB, beberapa titik yang masih mengalami penumpukan sampah parah dan menggunung antara lain:
Area Pasar Seni Senggigi: Sempat terlihat tumpukan sampah yang mengganggu citra kawasan wisata utama.
TPS di Wilayah Gerung: Penumpukan sampah masih terjadi di beberapa titik strategis ibu kota kabupaten.
Jembatan Dasan Geres: Tumpukan sampah kiriman dan warga yang menyumbat aliran air, yang memerlukan alat berat untuk penanganannya.
Dusun Jerneng, Desa Ombe (Labuapi): Titik kerawanan tumpukan sampah yang bahkan sempat memicu insiden kebakaran.

Kondisi ini diperparah dengan pembatasan di TPA Kebon Kongok yang mengakibatkan penumpukan sampah di berbagai Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di Lombok Barat menggunung dan tidak terangkut tepat waktu.
“Anggaran miliaran itu seolah hanya menjadi proyek pengadaan tanpa strategi operasional yang matang. Jika sistem pengangkutannya tetap semrawut, mau ditambah 100 truk pun Lombok Barat tidak akan bersih,” tambah Ton.

KASTA NTB menuntut Bupati untuk tidak hanya melakukan “seremonial” penyerahan kunci truk, tetapi juga memastikan distribusi armada yang adil di 10 kecamatan dan transparansi biaya operasional BBM yang seringkali menjadi alasan klasik keterlambatan pengangkutan.
“Satu tahun sudah cukup untuk melakukan pembenahan awal. Jika persoalan dasar seperti sampah saja tidak tuntas, apa yang bisa diharapkan masyarakat dari visi-misi besar lainnya?” tutup Ton.

🔗 Baca juga: Wagub NTB Apresiasi Sensus Ekonomi Capai 94 Persen

Berita Terkait

Dari Hilirisasi hingga Gili Tramena, Gubernur NTB dan Komisi VII Perkuat Transformasi Ekonomi NTB
Wagub NTB Apresiasi Sensus Ekonomi Capai 94 Persen
Antisipasi Defisit, Pemprov NTB Susun APBD-P Lebih Realistis
Semester I 2026, Investasi NTB Tembus Rp33,73 Triliun, Semakin Berkualitas dan Inklusif
NTB Selangkah Lagi Terapkan Sistem Manajemen Talenta ASN
Pasca OTT Bupati Lombok Barat, Kursi Wakil Bupati Jadi Incaran Partai Pengusung, KASTA NTB DPD LOBAR Terlalu Dini, Luka Rakyat Belum Terobati
Musda HKTI: Gubernur Miq Iqbal Tawarkan Model Pertanian ala FELDA Malaysia
Kerap Dikeluhkan, Iqbal Revitalisasi Pasar Kuta Mandalika Jadi Lebih Nyaman

Berita Terkait

Tuesday, 11 August 2026 - 20:25 WITA

Dari Hilirisasi hingga Gili Tramena, Gubernur NTB dan Komisi VII Perkuat Transformasi Ekonomi NTB

Tuesday, 11 August 2026 - 20:22 WITA

Wagub NTB Apresiasi Sensus Ekonomi Capai 94 Persen

Monday, 10 August 2026 - 15:29 WITA

Antisipasi Defisit, Pemprov NTB Susun APBD-P Lebih Realistis

Friday, 7 August 2026 - 15:58 WITA

Semester I 2026, Investasi NTB Tembus Rp33,73 Triliun, Semakin Berkualitas dan Inklusif

Friday, 7 August 2026 - 15:55 WITA

NTB Selangkah Lagi Terapkan Sistem Manajemen Talenta ASN

Berita Terbaru

Daerah

Gubernur Iqbal: Bawa Syiar Al-Qur’an, Jaga Marwah NTB

Thursday, 10 Sep 2026 - 12:24 WITA