Aksi Jilid 4: Koalisi Pemuda NTB Desak Kejati NTB Tetapkan Tersangka Baru Kasus Pokir Siluman dan Panggil Gubernur Terkait Dugaan penyalahgunaan BTT setengah triluin

Monday, 2 February 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

730 kali dibaca

⚠️ PERINGATAN ⚠️
Berita ini disajikan untuk tujuan informasi. Pembaca diharapkan membaca dan menyikapi isi berita secara bijak dan kritis.

MATARAM –Mahasiswa yang tergabung dalam koalisi pemuda NTB Masih konsisten menyuarakan penegak hukum di wilayah nusa Tenggara Barat di halaman Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Barat. Hari ini, koalisi pemuda NTB menggelar aksi demonstrasi “Jilid 4” guna menagih janji penuntasan kasus korupsi yang diduga mengendaph di meja penyidik.

Dua isu krusial menjadi motor penggerak aksi kali ini, skandal Pokir (Pokok Pikiran) Siluman DPRD NTB dan dugaan penyalahgunaan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) yang mencapai angka fantastis, yakni setengah triliun rupiah.

Koalisi pemuda NTB menuntut Kejati NTB Untuk Segera Tetapkan Tersangka Baru Kasus Pokir siluman, Massa menilai penetapan tersangka yang ada saat ini belum menyentuh aktor intelektual. Kejati didesak untuk berani mengungkap aliran dana Pokir yang diduga dimanipulasi oleh oknum anggota DPRD NTB untuk kepentingan pribadi dan kelompok.

Massa menuntut Kejati NTB untuk segera melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap Gubernur NTB terkait dugaan penyalahgunaan anggaran BTT senilai Rp500 Miliar. Anggaran yang seharusnya diperuntukkan bagi kondisi darurat diduga dikelola secara tidak transparan dan melanggar hukum.

Mendesak Kejati NTB untuk tidak “masuk angin” atau terintervensi oleh kekuatan politik mana pun dalam mengusut tuntas dua kasus besar ini.

“Kami tidak akan berhenti di Jilid 4. Jika Kejati NTB tetap bungkam dan lamban, kami akan membawa massa yang lebih besar. Kasus Pokir Siluman dan dana BTT setengah triliun ini adalah pengkhianatan nyata terhadap rakyat NTB,” ujar rasyid (KORDUM AKSI)

Dalam orasinya, para demonstran menekankan bahwa dana BTT sebesar setengah triliun rupiah merupakan angka yang sangat besar di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang sulit. Adanya indikasi penyalahgunaan anggaran tersebut dianggap sebagai bentuk tindak pidana korupsi yang terstruktur.

🔗 Baca juga: Wagub NTB Apresiasi Sensus Ekonomi Capai 94 Persen

Di sisi lain, modus “Pokir Siluman” di DPRD NTB disebut-sebut sebagai pola lama yang terus berulang karena lemahnya penegakan hukum terhadap para pengambil kebijakan.

Sampai berita ini relase masa aksi tidak di temui oleh pihak Kejati NTB.

Berita Terkait

Dari Hilirisasi hingga Gili Tramena, Gubernur NTB dan Komisi VII Perkuat Transformasi Ekonomi NTB
Wagub NTB Apresiasi Sensus Ekonomi Capai 94 Persen
Antisipasi Defisit, Pemprov NTB Susun APBD-P Lebih Realistis
Semester I 2026, Investasi NTB Tembus Rp33,73 Triliun, Semakin Berkualitas dan Inklusif
NTB Selangkah Lagi Terapkan Sistem Manajemen Talenta ASN
Pasca OTT Bupati Lombok Barat, Kursi Wakil Bupati Jadi Incaran Partai Pengusung, KASTA NTB DPD LOBAR Terlalu Dini, Luka Rakyat Belum Terobati
Musda HKTI: Gubernur Miq Iqbal Tawarkan Model Pertanian ala FELDA Malaysia
Kerap Dikeluhkan, Iqbal Revitalisasi Pasar Kuta Mandalika Jadi Lebih Nyaman

Berita Terkait

Tuesday, 11 August 2026 - 20:25 WITA

Dari Hilirisasi hingga Gili Tramena, Gubernur NTB dan Komisi VII Perkuat Transformasi Ekonomi NTB

Tuesday, 11 August 2026 - 20:22 WITA

Wagub NTB Apresiasi Sensus Ekonomi Capai 94 Persen

Monday, 10 August 2026 - 15:29 WITA

Antisipasi Defisit, Pemprov NTB Susun APBD-P Lebih Realistis

Friday, 7 August 2026 - 15:58 WITA

Semester I 2026, Investasi NTB Tembus Rp33,73 Triliun, Semakin Berkualitas dan Inklusif

Friday, 7 August 2026 - 15:55 WITA

NTB Selangkah Lagi Terapkan Sistem Manajemen Talenta ASN

Berita Terbaru

Daerah

Gubernur Iqbal: Bawa Syiar Al-Qur’an, Jaga Marwah NTB

Thursday, 10 Sep 2026 - 12:24 WITA